Indocement Gelontorkan Dana Rp 7 Triliun untuk Bangun Pabrik di Pati

METROSEMARANG.COM – PT Indocement Tunggal Prakarsa rupa-rupanya harus merogoh kocek tebal untuk mendirikan pabrik baru di Kabupaten Pati. Pabrik tersebut nantinya dikelola PT Sahabat Mulia Sakti (SMS) sebagai anak perusahaan semen terbesar di Indonesia tersebut.

Informasi yang didapat dari jajaran direksi PT Sahabat Mulia Sakti, nilai investasi yang digelontorkan di Pati mencapai Rp7 triliun.

Apabila sesuai rencana, pabrik semen itu siap beroperasi 2020 mendatang dan diproyeksikan menjadi pabrik produksi semen terbesar di Tanah Air mengalahkan 14 pabrik yang sudah ada selama ini.

Pimpinan PT Sahabat Mulia Sakti. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Pimpinan PT Sahabat Mulia Sakti. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Pabrik di Pati akan jadi terbesar dari 14 pabrik sebelumnya di Citeureup, Bogor, Palimanan, Cirebon serta Tarjun, Kalimantan,” ungkap Direktur Utama PT Sahabat Mulia Sakti, Budiono, Selasa (22/3).

Budiono menambahkan bahwa pabrik di Pati akan mengutamakan desain sustainable development dan akan dibangun di lahan seluas 2.780 hektar.

Ia lantas menyebut kapasitas produksinya nanti sebesar 4,4 juta ton per tahun. Menurutnya, pabrik semen yang akan dibangun di kabupaten paling timur di Jateng itu terdiri dari 2.000 hektare untuk pengolahan tambang batu gamping, 600 hektare pengolahan tanah liat dan 180 hektare untuk pabrik.

“Kami rasa itu pabrik mampu bertahan sampai 60 tahun lebih,” bebernya.

Di tempat yang sama, Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa, Cristian Kartawijaya, menyatakan, pabrik semen Pati diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan semen 4,2 juta ton di 35 kabupaten/kota. “Sebab, permintaan semennya sendiri pada 2018 nanti sudah mencapai 11,6 juta ton pertahun,” katanya.

“Sedangkan permintaan semen di tahun 2015 sudah mencapai kisaran 8,7 juta ton. Sedangkan produksi semen hanya 4,1 juta ton. Kekurangan semen di Jateng bahkan dipasok dari Jawa Barat dan Jawa Timur, ” sambungnya.

Selama PT Indocement beroperasi di Citereup, pihaknya berhasil mengelola lingkungan yang membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. Salah satunya membangun embung di bekas lahan eksplorasi sekaligus mempertahankan keberagaman hayati, hingga menyerap ribuan tenaga kerja.

Meski demikian, pengerjaan fisik semen di Pati saat ini masih menemui kendala. Musababnya, PTUN Semarang mengabulkan gugatan warga Pati atas Surat Keputusan Bupati Pati No.660.1/4767/2014 tentang Izin Lingkungan Pembangunan Pabrik Semen di kawasan tersebut. (far)

You might also like

Comments are closed.