Indonesia dan Australia Kerja Sama Perangi Predator Seksual Anak

METROSEMARANG.COM – Aparat kepolisian meringkus pelaku perbudakan seksual dengan menjebak anak-anak di bawah umur. Modusnya, pelaku mengupload foto anak di bawah umur untuk dijual kepada orang asing sebagai budak seksual.

ensi Eksploitasi Seksual Transnasional Anak Indonesia – Australia di JCLEC Akpol Semarang, Selasa (27/2). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto menyatakan kasus tersebut muncul pada 2017 kemarin. Untuk mengantisipasi terulangnya kasus tersebut, ia memperketat pengawasan selama 24 jam dengan melibatkan semua petugas di wilayah Polda, Polres sekaligus berkoordinasi Kominfo.

“Jika ditemukan konten porno yang menyangkut anak, langsung di-takedown,” tegasnya, saat menggelar konferensi dengan Kepolisian Australia di Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC), Akpol Gajahmungkur Semarang, Selasa (27/2).

Ia juga intens membekali petugasnya dengan pelatihan security internet, hingga pengawasan dengan cyber patrol.

Di tempat yang sama, Asisten Komisioner Kepolisian Federal Australia Debbie Platz sepakat untuk bekerjasama meningkatkan kesadaran akan ekslpoitasi seksual anak lintas negara di Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Australia.

Menurutnya eksploitasi seksual anak yang diperangi saat ini utamanya melalui jaringan internet.

Sebagai contohnya, ia mengungkapkan bila ada penjahat dari Australia yang telah ditolak masuk ke Indonesia oleh petugas yang berwenang karena terlibat kasus eksploitasi anak via jejaring media sosial.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada Polri atas komitmen mereka membantu memerangi predator seksual anak yang saat ini beralih ke kekerasan secara online,” ujar Debbie. (far)

You might also like

Comments are closed.