Ine Febriyanti Sukses ‘Hidupkan’ Cut Nyak Dien di UPGRIS

Ine Febriyanti sukses membius ribuan penonton dalam pentas monolog Cut Nyak Dien di Universitas PGRI Semarang, Selasa (18/8) malam. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Ine Febriyanti sukses membius ribuan penonton dalam pentas monolog Cut Nyak Dien di Universitas PGRI Semarang, Selasa (18/8) malam. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Sha Ine Febriyanti sukses membawakan Monolog Cut Nyak Dien di Balairung Universitas PGRI Semarang pada Selasa (18/8) malam. Ribuan penonton berdiri dan memberikan tepuk tangan saat dia menutup penampilannya malam itu.

Di situ diceritakan bahwa tokoh pahlawan nasional wanita asal Aceh tersebut menjalani kehidupannya mulai sejak dia menikah dengan suami pertamanya. Namun kemudian suami Cut Nyak Dien, Teuku Ibrahim meninggal di medan perang.

Beberapa tahun kemudian, atas restu rakyat, Cut Nyak Dien menikah dengan Teuku Umar dan diharapkan rakyatnya untuk melakukan perlawanan pada penjajah. Hingga akhirnya, suami keduanya tersebut kembali gugur syahid sebagai pahlawan.

Kesedihan Cut Nyak Dien memuncak ketika di usianya yang mulai renta, dia diasingkan ke tanah Sunda yang jauh dari tanah kelahirannya.

Dalam memerankan tokoh Cut Nyak Dien, Ine mengaku merasa beruntung karena dalam mendalami perannya, dia bisa bertanya kepada pemeran Cut Nyak Dien sebelumnya, Kristin Hakim.

“Dulu katanya Mbak Kristin Hakim harus tinggal di hutan Aceh berbulan-bulan untuk mendalami peran. Sedangkan saya merasa beruntung karena bisa bertanya langsung pada orang yang sudah pernah memerankannya,” paparnya.

Pada malam itu ditekankan bahwa monolog Cut Nyak Dien tidak hanya tentang aksi-aksi heroik, namun juga memiliki sisi humanis yang juga dialami. (ade)

You might also like

Comments are closed.