Ini 5 Cerita Penampakan UFO di Semarang, Pernah Terlihat di Klipang

Foto: ilustrasi penampakan UFO di Semarang
Foto: ilustrasi penampakan UFO di Semarang

METROSEMARANG.COM – Memang belum ada sama sekali pembuktian ilmiah, sampai sekarang ini, tentang kehidupan di luar planet bumi. Pun kehadiran UFO (Unidentified Flying Object) atau piring terbang di bumi yang dianggap sebagai pesawat luar angkasa milik alien (makluk angkasa luar), masih sebatas mitos dan cerita. Hasil rekaman berupa gambar foto atau video belum bisa membuktikan secara kongkret ‘kunjungan’ para alien ke bumi.

Namun rasa penasaran dan ketertarikan terhadap UFO seolah tak pernah lenyap. Beberapa orang bersaksi pernah menyaksikan dan bahkan mengaku pernah diculik alien kedalam pesawat ruang angkasa mereka. Di Indonesia yang paling getol dan intens mendokumentasikan fenomena UFO adalah BetaUFO. Komunitas ini secara serius mengamati fenomena UFO di Indonesia.

BetaUFO, seperti dikutip dari laman situsnya betaufo.org, mempunyai misi melakukan dokumentasi, investigasi, riset dan edukasi serta studi ilmiah tentang UFO. Komunitas yang berdiri tahun 1997 ini melakukan pendataan berbagai penampakan UFO di penjuru Indonesia.

Dalam dokumentasi milik BetaUFO, ternyata Ibukota Jawa Tengah, Semarang kerap ‘didatangi’ UFO. Dalam catatan mereka, sejumlah warga pernah melaporkan menjumpai benda langit yang terbang sangat cepat dan berbentuk piring terbang di langit Semarang.

Berikut beberapa dolumentasi penampakan UFO di Semarang yang tercatat oleh BetaUFO:

1. Semarang Timur

Pada hari Jum’at tanggal 13 Pebruari 1953 banyak penduduk kota Semarang gejala-gejala aneh. Dimulai jam 8 pagi penduduk kota Semarang Timur melihat benda bulat berwarna putih yang bergerak dari Barat ke Timur dengan perlahan-lahan sambil menembus awan pagi yang terang cemerlang. Sementara pada tanggal yang sama, di kota Malang Jawa Timur pagi itu terlihat sebuah benda seperti cakram terbang ke arah barat dengan lambat diatas awan Cumulus. Kemudian benda itu muncul lagi, tetapi dengan kedudukan lebih rendah dan besarnya tampak seperti bulan purnama. Tiba-tiba benda itu melambung dengan cepat dan hilang menuju ke Utara.

Benda itu berkilauan seperti warna aluminium dan meninggalkan sebuah jurai yang berwarna merah jambu. Keesokan harinya benda itu muncul kembali dengan ukuran sebesar bulan dan dua kali ini ia mengambang sebentar di udara dan mendadak meluncur pergi sambil meninggalkan jurai dengan warna seperti pelangi yang rupanya karena sinar matahari. Jurai yang beraneka warna itu adalah suatu kejadian yang unik dan belum pernah dilaporkan oleh negara-negara lain, jadi Indonesia cukup merasa lebih dalam hal peristiwa penampakan piring terbang. Data diperoleh dari buku “Menyingkap Rahasia Piring Terbang” karangan J. Salatun.

2. UFO Terlihat di TBRS

Seorang warga perumnas Pucang Gading bernama Rudi melaporkan pernah melihat fenomena UFO pada 17 Julu 1977.  Melalui surat kepada BetaUFO ia menceritakan peristiwa tersebut:

Ceritanya begini, saya bersama dengan teman melihat pembukaan Pekan Raya Pembangunan Jawa tengah, yang diadakan di Taman Hiburan Rakyat, Tegalwareng, Jl. Raden Saleh (sekarang TBRS, Raman Budaya Raden Saleh), sebelah Gedung Wanita Semarang. Pada waktu itu sekitar jam 15.00 WIB (maaf, saya lupa hari, bulan dan tanggalnya), acara pembukaan dimulai dengan penguntingan pita dan pelepasan balon, pada saat balon dilepas dan ditiup angin ke arah selatan, saya entah mengapa ingin melihat ke arah yang berlawanan dengan perginya balon tersebut. Pada saat itu saya melihat di udara ada empat buah benda yang mirip berlian bentuknya tetapi saya yakin terbuat dari logam sebanyak empat buah, berjalan berjajar dua-dua secara horizontal ke arah timur secara perlahan, kemudian berhenti sejenak.

Saya tertegun sampai-sampai lupa memberitahu teman saya untuk melihatnya juga, kemudian keempat benda tersebut bergerak lagi tepat di atas tempat perayaan tersebut, tetapi jaraknya cukup tinggi dan tidak bersuara, sehingga jarang yang memperhatikannya. Pada saat itu saya melihat ada titik merah pada tiap benda tersebut. Setelah keempat benda itu berhenti sejenak, maka mereka bergerak lagi tetapi secara vertikal naik ke atas terus dan terus sampai tidak terlihat lagi. Saya yakin bahwa benda tersebut bukan buatan manusia, karena kelihatannya mereka tidak terpengaruh gravitasi bumi. Demikian kejadian yang saya alami sendiri dan tidak saya rekayasa. Semoga bermanfaat terhadap penelitian yang Anda lakukan.

3. Terbang dari Pantura Kendal Menuju Semarang

Pada antara bulan Mei – Juni 1991, terdapat laporan penampakan sebuah objek terbang bercahaya di daerah pantai utara Jawa. Saksi W.P. yang melihatnya pada saat itu sedang berada di atas kereta api yang sedang melaju dari arah Kendal menuju ke Semarang, Jawa Tengah, sekitar pukul 19.00 – 19.30 WIB. Objek itu berbentuk ellips, berukuran sekitar 1 cm ( pengamatan dari tempat saksi berada ) dan di badannya terdapat sekitar 5 atau 6 buah lampu yang berwarna-warni. Pengelihatan oleh saksi berada pada sudut 45 derajat dan diperkirakan objek tadi berada di atas laut.

Objek itu melakukan beberapa kali gerakan zig-zag sambil berpindah tempat. Setelah terlihat selama lebih kurang 5 menit, objek itu tidak dapat lagi dilihat oleh saksi karena tertutup pepohonan, sedangkan kereta api yang dinaikinya terus melaju. Sumber: Laporan penyaksian UFO yang dikumpulkan oleh SCUFOS [ Hary Iswanto, Jakarta]

4. Terlihat di Pantai Semarang

Informasi ini diperoleh dari forum Kafegaul saat mendiskusikan soal UFO. Sebuat posting dikirimkan oleh MacZ. Berikut informasi yang disampaikan:

Waktu saya berumur 15 tahun (1995), saya pernah meliat secercah cahaya terang berkedip-kedip biru, hijau, merah, sebesar kelereng di angkasa, waktu itu sekitar jam 1 pagi. Benda itu tiba-tiba bermanuver vertikal dan terbang ke arah laut. Rumah saya di Semarang deket pantai.

Di forum itu kemudian ada yang menanggapi, yaitu Valmighty yang mengatakan bahwa di tahun1995 berarti dia masih SD dan tinggal di Semarang. Waktu SD dia juga pernah melihat hal yang serupa di belahan langit utara.

5. Muncul di Perumahan Klipang

Informasi ini diperoleh dari laporan Eduard Febriansyah melalui email ke sekretariat BETA-UFO pada bulan Januari 2008. Berikut laporannya setelah diedit seperlunya:

Malam itu saya iseng-iseng melihat ke langit untuk melihat awan, kalau-kalau akan hujan. Namun saya terkejut melihat dua benda warna merah bercahaya bergerak lambat dari barat ke timur. Satu benda kemudian terus ke arah timur, dan satu benda lagi kemudian berbelok ke arah barat daya dan kemudian berhenti.
Semula saya mengira itu pesawat terbang, karena muncul suara semacam itu. Namun kemudian, di langit terlihat pesawat terbang dari arah selatan ke timur laut dan warna sinarnya berbeda. Saat itu saya melihat bersama anak saya dan dua orang tukang bangunan di depan rumah.

Saya melihat dari depan rumah di Klipang, Kota Semarang sekitar jam 19.00 hari Rabu 9 Januari 2008. Rumah saya memang berada di perbukitan.
Beberapa hari sebelumnya dari tempat dan jam yang hampir sama, saya juga melihat penampakan serupa. Tapi saya lupa waktunya. Arahnya juga dari barat ke timur. Pada penampakan ke dua, memang ada pesawat lain terbang dari arah selatan ke timur laut. Saya tidak tahu, apakah pilot pesawat tersebut juga melihat benda berwarna merah itu atau tidak. Sayang saat itu saya tidak dapat mengabadikannya, karena saya tidak memiliki kamera.

Bagaimana dengan anda? (*)

You might also like

Comments are closed.