Ini Alasan Erwin Nekat Menghabisi Kekasihnya

METROSEMARANG.COM – Erwin Yoga Cahyono merupakan pelaku pembunuhan seorang wanita bernama Dewi Astuti warga Sapta Marga III no. 43,  RT 5 RW 9, Ngesrep, Banyumanik, Semarang. Ia tega membunuh Dewi yang merupakan kekasihnya lantaran menggunakan BPKB milik Erwin sebagai agunan untuk meminjam uang.

Proses identifikasi jasad Dewi. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Dia waktu itu bilang sama saya ayahnya sedang sakit, ini gimana? gitu. Terus saya bilang saya punyanya cuma BPKB motor silakan kalau mau buat pinjam uang,” ujar Erwin, Rabu (16/8).

Saat itu BPKB milik Erwin digunakan sebagai agunan untuk meminjam uang senilai Rp 5 juta di salah satu koperasi di Semarang. Setelah berjalan 8 bulan, Erwin sadar kalau ternyata angsurannya tidak lancar dan baru diangsur sebanyak 3 bulan.

“Saya kan yang dipepet sama dept colector terus, dia nggak tanggung jawab,” ujar Erwin.

Lalu pada  Selasa (15/8) sekira pukul 13.30 Dewi datang ke rumah kontrakan Erwin di Genuk Krajan RT 7 RW 4, Candisari, Semarang dan terjadi adu mulut. Cekcok itu makin memanas.

Hinggasekira pukul 16. 30 Erwin mendorong dan mencekik leher Dewi dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk menutup mulut dan hidung korban.

Setelah dirasa tak ada perlawanan lagi, tubuh Dewi dibiarkan tergeletak di dalam kamar. Erwin mencekik leher Dewi sekitar 15 menit.

Kemudian pada pukul 23.00 pelaku membungkus mayat Dewi dengan tiga buah kantong olastik kresek berwarna hitam. “Pelaku juga sempat mengecek apakah beneran sudah meninggal apa belum dengan cara menempelkan telingamya ke dada korban,” ujar Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji.

Setelah dibungkus kemudian jasad Dewi dibawa menggunakan sepeda motor milik korban. Hingga pada akhirnya melintas di Jalan Pawiyatan Luhur I , Kelurahan Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, dekat kampus Stikubank. Saat itu kondisi lokasi terlihat sepi dan ia langsung menggeletakkan jasad korban di pinggir jalan.

Setelah itu ia bergegas meninggalkan lokasi dan sempat terjatuh sekira 200 meter dari tempat ia meletakkan jasad Dewi. Ia juga sempat ditolong oleh seseorang saat terjatuh dan lalu melanjutkan perjalanannya.

Ia menuju sebuah tempat di Gayamsari. Pada hari berikutnya sekira pukul 08.30, ia berhasil diamankan oleh tim Reserse Kriminal Polsek Gayamsari di sebuah kamar kos di Jalan Kanguru IX, Gayamsari, Semarang. Ia lalu digelandang ke Mapolrestabes Semarang guna menjalani pemeriksaan.

Akibat perbuatannya kini ia harus mendekam di balik jeruji. Dengan Pasal 338 KUHP, ia diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara. (fen)

You might also like

Comments are closed.