Ini Alasan Pengendara Motor di Semarang Jadi Sering Capek

Cuaca terik, dampak dari El Nino, bisa mengakibatkan pengendara motor cepat lelah. Foto: metrosemarang.com
Cuaca terik, dampak dari El Nino, bisa mengakibatkan pengendara motor cepat lelah. Foto: metrosemarang.com

 

METROSEMARANG.COM – Musim kemarau berkepanjangan yang terjadi di Semarang mengakibatkan warga setempat terkena dehidrasi. Menurut analisis cuaca dari Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang, siklus puncak musim kemarau terjadi pada Agustus-Oktober 2015 nanti.

“Kita sekarang sedang memasuki puncak kemarau dengan kondisi cuaca terik pada siang hari,” kata Zauyik, Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Kota Semarang, saat dihubungi metrosemarang.com, Selasa (15/9).

Lebih jauh, Zauyik memaparkan pada siang hari tadi tepat pukul 14.00 WIB temperatur udara meninggi pada posisi 33,8 derajat celcius. Kelembapan udaranya pun, berada di titik sangat rendah.

“Kelembapan udaranya 32 derajat dengan suhu udara 33,8 celcius. Makanya orang sering gerah saat keluar rumah. Karena suhunya memang sangat kering,” terang Zauyik.

Zauyik memaklumi bila ada banyak pengendara motor yang kelelahan saat beraktivitas di jalan raya. Hal itu tak lepas dari stamina yang menurun drastis akibat kekurangan cairan dalam tubuhnya. “Orang-orang banyak yang kena dehidrasi karena diluar cuacanya panas,” ujar Zauyik.

Zauyik memperkirakan, cuaca ekstrem dengan suhu udara meninggi akan terjadi hingga Oktober nanti. Bila mencapai titik puncaknya, temperatur udara di Semarang bisa mencapai 36 derajat celcius. “Ini karena kita terkena pengaruh gelombang panas El Nino yang datang dari timur Filipina” jelasnya.

Disisi lain, dampak gelombang panas yang melanda Semarang dikeluhkan sejumlah pengendara motor. Wignyo Saputro, pemotor yang tinggal di Gisikdrono Semarang Barat kepayahan saat beraktivitas di jalan raya. “Saya sering berhenti buat sekedar cari air minum, karena cuacanya memang sangat panas,” akuinya.

Bahkan, Mustolih Borang, jurnalis online di Ibukota Jateng pun mengaku sering lelah jika jarum jam sudah bergerak di angka 12.00 WIB. “Karena saking panasnya, saat siang hari saya jadi sering kelelahan,” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.