Ini Alasan Ridwan Otaki Serangkaian Pencurian di Pantura

PicsArt_1424698850555
Ridwan alias Yombi Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

 

SEMARANG – Berharap bisa memberi kebahagiaan untuk keluarga, selalu menjadi dambaan seorang kepala keluarga. Jika akhirnya jalan yang ditempuh bersebarangan dengan hukum, itu adalah pilihan yang harus dilakoni.

Pun dengan Ridwan alias Yombi. Seperti kebanyakan pelaku kejahatan lainnya, ketiadaan lapangan pekerjaan selalu menjadi alasan untuk menjadi begal. Pria berusia 50 tahun ini memutuskan menjadi Bajing Loncat setelah bingung tak kunjung mendapatakan pekerjaan yang layak.

Kepada wartawan, warga  kampung Cisarua RT 05 RW 01 Desa Bojong Asih, Parakan, Sukabumi itu mengaku nekat menjadi otak pencurian karena membutuhkan uang guna menghidupi istri dan lima orang anaknya yang masih bersekolah.

“Terpaksa mencuri, buat memenuhi kebutuhan lima anak saya di rumah,” akunya di Mapolda Jateng, Senin (23/2).

Alhasil, bersama tiga rekannya, selama tiga bulan terakhir, Yombi sukses mencuri barang-barang di dalam delapan unit truk saat melintas di jalur lingkar Kudus dan Pati. Tak tanggung-tanggung, barang hasil curian berupa berbagai barang elektronik dan pakaian baru juga sempat dijualnya kepada penadah dengan nilai jutaan rupiah.

“Tugas saya menyetir dan mendekatkan mobil dengan truk, agar teman saya bisa naik ke atas. Setelah kami jual, hasilnya kami bagi rata berempat,” imbuh Yombi.

Namun sayang, kini perjalanan karirnya sebagai Bajing lompat harus benar-benar berakhir. Bagaimana tidak, ia dan tiga rekan komplotannya hanya bisa pasrah saat ditangkap petugas Ditkrimum Polda Jateng  pada Selasa (17/2) dinihari lalu.

Selain bingung memikirkan nasib keluarganya, kini Yombi juga harus bersiap dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana 7 tahun penjara yang menantinya. “Saya menyesal, sekarang cuma pasrah,” tandas Yombi. (yas)

You might also like

Comments are closed.