Ini Cara Gampang Berinteraksi dengan Alam Ghaib Ala Mbah Roso

Mbah Roso. Foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya
Mbah Roso. Foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya

Bagi orang awam, untuk mudah berinteraksi dengan alam ghaib kita harus terlebih dahulu memahami apa itu alam ghaib. Alam ghaib sangatlah berbeda dengan alam manusia, di mana alam ghaib cenderung tidak bisa diprediksi layaknya alam manusia yang sudah terbingkai.

Menurut tokoh spiritual kota Semarang, Akhmad Suroso, alam manusia itu terpusat oleh pikiran, sedangkan alam ghaib itu bertolak belakang dan tidak bisa diprediksi. Sebagai contoh, manusia berinteraksi dengan manusia menggunakan komunikasi yakni dengan bicara dan mendengar, namun untuk berinteraksi dengan alam ghaib, manusia harus bisa berinteraksi dengan cara mempertajam rasa penerimaannya.

“Ada dua macam cara berinteraksi, yakni dengan melalui meditasi dan melalui kontak Alayuping Alayup,” tutur pria yang akrab disapa Mbah Roso tersebut.

Ia menjelaskan, untuk meditasi, seseorang harus bisa mengalahkan keadaan semestinya, dengan meredam semua pikiran dan khayalan. Jika  kondisi pikiran sudah tenang, dengan sendirinya orang tersebut akan merasakan interaksi yang masuk. “Jika air bergelombang, dihantam batu sebesar apapun tidak akan terasa. Tapi jika air tenang, sekecil apapun batu yang menghantam pasti akan terasa,” terangnya.

Kedua, yakni melalui kontak Alayuping Alayup. Perlu diketahui, Alayuping Alayup adalah batas antara alam bawah sadar dan alam sadar. Di batas itulah seseorang dapat lebih peka untuk merasakan interaksi dari alam lain.

“Yang pertama jelas niat, lalu disertai dengan melonggarkan pikiran dan menghilangkan beban. Kemudian coba untuk berbaring dan focus, namun jangan sampai tertidur,” ucap dia.

Jika sudah masuk, lanjut dia, orang akan merasa seperti bermimpi, namun terasa berbeda karena dalam kontak tersebut orang masih bisa merasakan setengah kesadarannya. Lain halnya dengan mimpi saat tidur, waktunya pun cenderung singkat.

Ia juga menambahkan, setiap orang memiliki kepekaan yang berbeda-beda. Orang yang tidak sering mengkhayal dan membingkai sesuatu terlebih dahulu di pikirannya, cenderung lebih mudah berinteraksi dengan alam lain. “Sebagai manusia, kita seyogyanya dapat menempatkan dan menghormati makhluk ciptaan Tuhan sesuai porsinya,” tandasnya. (Yas)

You might also like

Comments are closed.