Ini Cara Komunitas Tasbih Beri Edukasi tentang Riba

METROSEMARANG.COM – Lebaran kian dekat, masyarakat mulai berburu pecahan uang baru. Tidak hanya bank saja yang menyediakan jasa penukaran pecahan uang baru. Komunitas Bisnis Halal (Tasbih) yang beranggotakan para pebisnis muslim juga menggelar kegiatan bertajuk Tukar Uang Tanpa Riba, di halaman Masjid Baiturrtahman, Kamis (30/6) sore.

Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri
Foto: metrosemarang.com/yulikha elvitri

Uang sebesar Rp 38 juta mereka sediakan dalam bentuk pecahan 20, 10, 5, dan 2 rupiah. Namun tiap warga hanya boleh menukarkan maksimal Rp 300 ribu saja.

Ahmas Muslim, pembina Komunitas Tasbih menuturkan, selain memudahkan penukar dalam menukarkan uang mereka, komunitasnya juga mengajarkan pada masyarakat tentang masalah riba. “Riba itu haram, maka kami juga memberikan layanan edukatif terkait riba,” terang Muslim kepada metrosemarang.com.

Ia menambahkan, Komunitas Tasbih juga memberikan layanan konsultasi terkait bisnis sesuai dengan syariat Islam. Tak ada biaya untuk layanan konsultasi tersebut alias gratis.

Bagi Muslim, untuk mengedukasi masyarakat terkait masalah riba tidaklah mudah. Butuh proses panjang yang harus dilalui.

Sejak berdiri tahun lalu, Komunitas Tasbih ini sudah memiliki anggota sekitar 100. Mereka adalah pebisnis muslim dari berbagai bidang bisnis. “Mulai dari bisnis kelontong hingga eksportir,” imbuh Muslim. (vit)

You might also like

Comments are closed.