Ini Klarifikasi Humas Pemprov soal Baliho Garuda Resleting

Baliho Hari Kebangkitan Nasional di Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan. Foto: www.facebook.com/chandra.a.nugroho
Baliho Hari Kebangkitan Nasional di Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan. Foto: www.facebook.com/chandra.a.nugroho

SEMARANG – Pihak Biro Humas Setda Provinsi Jawa Tengah memberikan klarifikasi terkait kontroversi baliho Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Baliho tersebut tidak dimaksudkan sebagai pelecehan terhadap lambang Negara Pancasila.

Kepala Biro Humas Sinoeng N Rachmadi menyatakan, baliho tersebut dibuat untuk menyambut Harkitnas. Desain dipilih karena dinilai membawa semangat pesatuan untuk membangun, membangkitkan, dan merawat semangat ke-Indonesia-an.

“Sama sekali tidak ada maksud melecehkan,” katanya, Rabu (20/5).

Kendati demikian, Sinoeng mengucapkan terimakasih atas masukan dan kritik terhadap baliho Harkitnas. Hal itu membuktikan bahwa baliho tersebut diperhatikan dan masyarakat ikut memilikinya.

“Sungguh kami sangat menghargai apresiasi masyarakat, ke depan kami akan lebih berhati-hati dalam menggunakan lambang-lambang negara,” katanya.

Baliho Harkitnas menjadi kontroversi karena ada gambar Garuda Pancasila yang menjadi gantungan resleting yang menyatukan merah putih. (byo)

 

You might also like

Comments are closed.