Ini Komentar Penelis terhadap Bakal Calon dari Gerindra-PAN

Uji kompetensi bakal calon wali kota dan wakil wali kota dari Koalisi Gerindra-PAN yang berlangsung pada Senin (25/5) malam. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Uji kompetensi bakal calon wali kota dan wakil wali kota dari Koalisi Gerindra-PAN yang berlangsung pada Senin (25/5) malam. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Dalam acara Uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh Koalisi Garuda Matahari semalam (25/5), panelis yang diundang kesemuanya merupakan akademisi yang membidangi fokus masing-masing. Adalah M Yulianto (politik), FX Sugiarto (Ekonomi) dan Gunawan Budi (budaya) yang menjadi panelis dalam debat yang diselenggarakan di studio Cakra Semarang TV, Bukitsari, Tembalang.

Mereka mengomentari pemaparan gambaran visi misi singkat dari para bakal calon, terutama Soemarmo. Bahkan, Kang Putu (sapaan Gunawan Budi) secara blak-blakan bertanya kepada Soemarmo tentang motivasinya mencalonkan diri.

“Sampeyan (Soemarmo) sudah pernah jadi lurah, jadi Setda dan jadi Wali Kota. Kenapa Anda mencalonkan diri lagi? Seharusnya Anda tidak usah nyalon (Wali Kota) lagi. Ada level yang lebih tinggi dan lebih pantas untuk Anda,” paparnya.

Soemarmo pun menjawab dengan tegas bahwa dia ingin kembali memimpin Semarang untuk menyelesaikan programnya yang belum rampung ketika dia terjerat kasus korupsi.

Sementara itu, FX Sugiarto juga mempertanyakan bagaimana cara Soemarmo membersihkan namanya ketika nanti menjabat lagi. “Nantinya dalam pemerintahan, apakah Anda (Soemarmo) tidak takut ada mental-mental pejabat yang ingin menjatuhkan Anda lagi,” tanya dia pada Soemarmo.

Sementara itu, pengamat politik, M Yulianto mengapresiasi langkah yang ditempuh Gerindra-PAN yang melakukan tahapan dengan cara Uji Kompetensi seperti ini. “Jangan sampai niatan baik ini diubah partai (DPP) dengan mengeluarkan rekomendasi yang tidak sejalan dengan kegiatan ini. Kredibilitas dan nama partai nantinya yang akan jadi taruhan,” tegasnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.