Ini Komentar Warga Semarang tentang Sterilisasi Parkir Pandanaran

 

Mulai bulan depan, kawasan Jalan Pandanaran bakal bebas dari parkir. Foto Metrosemarang
Mulai bulan depan, kawasan Jalan Pandanaran bakal bebas dari parkir. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Adanya larangan parkir di Jalan Pandanaran Semarang per 1 Desember mendatang, menimbulkan pro dan kontra bagi masyarakat. Sebagian menganggap kebijakan itu akan membuat Semarang lebih tertib, tapi ada juga yang menilai justru merugikan.

Seperti halnya yang diungkapkan Endang Marginingsih (48). Menurutnya dengan adanya aturan tersebut, ditakutkan nantinya akan membuat pengunjung yang datang dari luar daerah kebingungan.

“Tentunya tidak lebih praktis, apalagi kalau harus menunggu bus hanya untuk berbelanja oleh-oleh, ” tutur warga Ngawi Jawa Timur tersebut  kepada metrosemarang.com, Minggu (30/11) siang.

Apalagi, lanjut dia, bisa dipastikan jika aturan tersebut tetap berlaku, jumlah pengunjung yang datang ke kawasan oleh-oleh Pandanaran Semarang  akan berkurang.

“Pasti yang datang dari luar daerah akan memilih membeli ditempat lain yang lebih praktis, ” imbuhnya seraya menenteng bandeng presto andalan Semarang.

Kendati demikian, hal berbeda diungkapkan Nuhaul Fatin (21) warga Banjarsari, Tembalang Semarang. Sebagai warga asli Semarang, ia berpendapat, dengan adanya aturan tersebut, justru akan membuat jalan Pandanaran menjadi lebih rapi dan tertata.

“Berkorban sedikit tak masalah, ini kan juga buat kepentingan bersama. Kalau saya pasti mendukung, soalnya daerah sini langganan macet, ” tandas mahasisiwi Undip jurusan Biologi tersebut.

Sementara, seorang pedagang Wingko di Jalan Pandanaran, Marsono, mendukung apa yang menjadi kebijakan Pemkot. Menurutnya, ini bisa menjadikan Semarang menjadi lebih tertib dan memiliki daya terik wisata di pusat oleh-oleh.

Namun ada kekhawatiran yang dia sampaikan ketika disinggung masalah pendapatan. “Saya agak khawatir nanti akan mempengaruhi berkurangnya pendapatan karena antusias pengunjung yang turun,” ujarnya.

Menurut dia, kemacetan bukan hanya disebabkan oleh parkir yang memadati Jalan Pandanaran. “Masih banyak faktor yang menyebabkan kemacetan, seperti volume jalan dan kendaraan yang tidak seimbang,” pungkasnya.

Hal senada juga dituturkan tukang parkir, Rusdajati, yang juga pasrah dan mendukung kebijakan Pemkot. “Yang saya harapkan adalah Pemkot tetap mengakomodasi tukang parkir yang bekerja di Jalan Pandanaran,” ungkapnya. (yas/ade)

 

You might also like

Comments are closed.