Ini Kronologi Hilangnya Deposito Pemkot Semarang

Yudi Mardiana Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Yudi Mardiana
Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Yudi Mardiana buka suara terkait raibnya deposito Pemkot Semarang senilai Rp 22 miliar.

Menurutnya, dia sudah melakukan prosedur yang benar. Yudi menjelaskan secara rinci bagaimana saat dia mulai mencurigai kejanggalan dan laporannya kepada Polrestabes Semarang.

“Pada 2007 lalu, Pemkot menyimpan sejumlah uang ke BTPN. Selain BTPN, atas rekomendasi BPK, Pemkot menyimpan uang di enam bank lainnya. Jadi, total ada tujuh bank tempat Pemkot menyimpan uangnya,” paparnya, Rabu (18/3).

Atas rekomendasi BPK lagi, pada Oktober 2014 DPKAD Kota Semarang mengubah simpanan yang sebelumnya berupa Giro ke bentuk Deposito. Setiap akhir tahun, Yudi mengagendakan untuk memperbaharui MoU yang dibuat bersama bank-bank. Ketika dia memanggil semua bank, hanya BTPN yang tidak hadir dalam proses MoU yang dilakukan. Padahal tiap bulannya, ada transaksi di rekening koran yang dia simpan.

“Pemkot kemudian menyerahkan bukti berupa sertifikat dan rekening koran kepada BTPN pada 6 Januari 2015 lalu. Namun pihak BTPN tidak mengakui sertifikat dan rekening koran tersebut. Padahal setiap bulannya Pemkot masih menerima bunga deposito,” terang Yudi.

Jika dalam Deposito, Yudi mengaku akan lebih mudah melacak larinya uang tersebut. “Berbeda jika bentuk Giro. Pasti akan lebih rumit prosesnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Yudi juga sudah dimintai keterangan Polda Jateng pada Selasa (17/3). (ade)

You might also like

Comments are closed.