Ini Pemicu APK Ilegal Marak di Semarang

Alat peraga kampanye yang dipasang di halte bus ini melanggar aturan yang ditetapkan KPU. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Alat peraga kampanye yang dipasang di halte bus ini melanggar aturan yang ditetapkan KPU. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

 

METROSEMARANG.COM – Maraknya Alat Peraga Kampanye (APK) dan bahan kampanye ilegal yang tidak dipasang oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang ternyata dipicu rasa iri oleh para pasangan calon (Paslon). Jika salah satu paslon memasang, pasangan lain juga akan mengikuti lantaran tak ingin ketinggalan.

“Kecurangan pemasangan APK maupun bahan kampanye yang menyalahi aturan ini sebenarnya karena ada rasa iri antar paslon. Jika satu paslon sudah memasang, paslon lain akan merasa tertinggal dan akan memasang dengan jumlah lebih banyak lagi dari sebelumnya,” ujar Divisi Hukum, Kampanye, Pencalonan dan Pengawasan KPU Kota Semarang, Agus Suprihanto, Kamis (26/11).

Agus menjelaskan, sesuai prosedur pencopotan APK ilegal tersebut adalah melalui laporan Panwaslu kemudian diteruskan ke KPU yang akan menginformasikan ke paslon. “Tetapi paslon biasanya berkilah bahwa yang memasang APK ilegal tersebut bukan mereka,” tambahnya.

Kemudian yang menindaklanjuti adalah Satpol PP Kota Semarang yang melakukan eksekusi berupa pencopotan. Namun karena saking banyaknya, proses penurunan APK maupun bahan kampanye ilegal tersebut menemui jalan yang tak berujung.

Anggota Panwaslu Kota Semarang, Bekti Maharani juga mengakui kesulitan dalam penertiban APK maupun bahan kampanye ilegal. Dia mengatakan, walaupun sudah ditertibkan, tidak lama lagi akan muncul APK dan bahan kampanye ilegal serupa di tempat yang sama.

“Kami kewalahan. bahan kampanye yang berupa Poster, Leaflet dan Flyer jumlahnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu. Namun demikian, kami akan tetap lakukan penertiban sebagaimana peraturan yang berlaku,” pungkasnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.