Ini Perbedaan Pertashop dan Pertamini, Kamu Wajib Tahu

Salah satu outlet Pertashop

SEMARANG – Kita mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya pertamini. Ya pengisian BBM eceran berbentuk mirip SPBU itu sudah tersebar dimana-mana.

Namun, meskipun namanya mirip Pertamina, Pertamini itu bukanlah pengisian BBM resmi milik atau mitra Pertamina. Itu sama halnya dengan pengisian BBM secara eceran yang pakai botol air mineral yang ada di pinggir-pinggir jalan.

Nah, sekarang ini sudah ada yang namanya Pertashop. Tidak jauh beda, dengan Pertamini, Pertashop ini juga ada di desa-desa. Bedanya, Pertashop ini adalah SPBU mini yang resmi dari pertamina, jadi memiliki standar keamanan dan juga takaran yang pasti pas.

Pjs. General Manager (GM) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT), Rahman Pramono Wibowo, dalam keterangan persnya Kamis (16/7) mengatakan, di Jawa Tengah dan DIY sudah ada 68 Pertashop.

Beberapa desa di Jawa Tengah yang telah tersedia Pertashop di antaranya Desa Talang di Kabupaten Tegal, Desa Kalirejo di Kabupaten Pekalongan, Desa Limpakuwus di Kabupaten Banyumas, Desa Punggelan di Kabupaten Banjarnegara dan Desa Selokarto di Kabupaten Batang. Sementara itu untuk wilayah DI Yogyakarta ada di Desa Umbulharjo, Kabupaten Sleman, Desa Girimulyo di Kabupaten Gunung Kidul serta beberapa wilayah lainnya.

Lalu apa perbedaan Pertamini dan Pertashop? berikut ini ulasannya.

1. Standar Keamanan
Pertshop telah memenuhi seluruh aspek keamanan dan keselamatan atau HSSE (Health, Safety, Security & Environment) dalam pengoperasiannya sehingga aman untuk dioperasikan di tengah masyarakat pedesaan.

Sementara untuk Pertamini tidak memiliki standart keamanan. Pengisian BBM melalui Pertamini bisa membayahayakan, karena peralatan yang digunakan tidak memiliki standart yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah. Makanya tak jarang kita melihat ada Pertamini yang terbakar ketika melakukan pengisian BBM.

2. Takaran
Perstahop memiliki tarakan sesuai dengan standar operasional layaknya SPBU, sehingga takarannya sudah dipastikan “Pasti Pas”.

Sedangkan untuk Pertamini, takarannya tidak terkontrol sesuai yang diterapkan oleh Pertamina.Harga eceran pertamini pun beda dengan harga SPBU dan pastinya lebih mahal, karena bukan tempat pengisian BBM resmi.

3. Perizinan
Pertashop merupakan satu-satunya lembaga penyalur produk Pertamina yang legal atau memiliki izin resmi dari Pertamina selain SPBU. Sehingga pengoperasionalannya mendapatkan kontrol langsung dari Pertamina.  Di Jawa Tengah dan DIY sudah ada 68 desa yang memiliki Pertashop dan akan terus ditambah.

Untuk Pertamini, sama sekali tidak memiliki izin penyaluran BBM secara resmi dari Pertamina maupun dari pemerintah setempat, sehingga peredaraanya tidak bisa dikontrol, baik standart keamanan, maupun harga jualnya.

Nah sudah tahukan perbedaan Pertashop dan Pertamini?

Pjs. General Manager (GM) Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT), Rahman Pramono Wibowo mengatakan, keberadaan Pertashop ini untuk memberikan jaminan ketersediaan energi hingga ke pedesaan.

Saat ini Pertashop dibangun dengan tiga kategori kapasitas penyaluran yaitu antara 400 liter per hari (Gold), 1.000 liter per hari (Platinum) dan 3.000 liter per hari (Diamond). Untuk memperluas pembangunan Pertashop, Pertamina akan mengembangkan dua skema kerjasama yakni Skema Investasi oleh Pertamina dan Skema investasi oleh Lembaga di Desa.

Dengan kata lain, lembaga desa seperti BUMdes bisa bekerjasama dengan Pertamina untuk mendirikan Pertashop di desa masing-masing. Bagi pelanggan dan konsumen yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut seputuar Pertashop maupun layanan Pertamina lainnya, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Call Centre 135 atau melalui website www.pertamina.com.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah Sudjarwanto mengatakan, tidak ada regulasi dari ESDM yang mengatus soal Pertamini.

“Regulasinya tidak ada yang mengatur Pertamini, jadi saya tidak bisa mengatakan apakah penjualan BBM melalui pertamini ini legal atau ilegal,” ujarnya.

Dia menambahkan, karena tidak ada regulasi khusus pertamini, maka untuk perizinan berada di lingkup perdagangan dan UMKM.

Hanya saja dia mengakui, untuk Pertamini tidak ada pengawasan terkait dengan standart keamanan, sehingga lebih rentan menimbulkan bahaya, seperti kebakaran dan lainnya.

“Sekarang kan Pertamina sudah memiliki program Pertashop untuk menjangkau masyarakat yang jauh dari SPBU dan ini memiliki standart keamanan yang diawasi langsung oleh Pertamina,” imbuhnya. (Asi)

You might also like

Comments are closed.