Ini Pernyataan Kepala Sekolah soal Kasus Kekerasan di SDN 03 Kalicari

Kepala Sekolah SD 03 Kalicari Mariyatun Foto: metrosemarang.com/abdul arif
Kepala Sekolah SD 03 Kalicari Mariyatun
Foto: metrosemarang.com/abdul arif

 

METROSEMARANG.COM – Mediasi antara wali murid SDN 03 Kalicari, Pedurungan, Semarang berlangsung sekitar satu jam lebih. Wali murid datang ke kantor kepala sekolah sekitar pukul 09.00 dan keluar sekitar pukul 10.30.

Ada empat wali murid yang datang. Perwakilan dari UPTD setempat dan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Provinsi Jawa Tengah turut mendampingi.

Usai mengikuti mediasi itu, wali murid enggan dimintai keterangan oleh awak media yang sudah menunggu di luar. Mereka justru langsung pulang. Satu di antara wali murid yang didesak wartawan hanya menyampaikan tidak ada permasalahan apa-apa di sekolah.

Saat di konfirmasi, Kepala SDN 03 Kalicari, Mariyatun mengatakan kabar yang berkembang soal kekerasan di sekolahnya sudah diklarifikasi. Dia menyatakan, antara siswa, orang tua dan guru sudah dipertemukan.

“Ternyata tak ada apa-apa. Kalau anak tak mengerjakan PR ya diberikan sanksi. Kalau kekerasan tidak,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (1/10).

Mariyatun menegaskan tidak ada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh guru di sekolahnya. Dia mengatakan, kalaupun ada kabar ada anak yang dicubit itu merupakan cubitan sayang. “Kami pihak sekolah ingin ini segera selesai jangan sampai berlarut,” katanya.

Perwakilan PPT, Rif’an menambahkan, anak-anak yang diduga mendapat perlakuan kasar sudah dimintai keterangan. Menurut dia, ada anak yang mengaku sering berbuat ulah di kelas sehingga mendapat peringatan dari guru. “Gurunya juga mengakui hanya mengingatkan,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah wali murid yang tak terima atas perlakuan kasar oknum guru kelas IV SD menemui Kepala Sekolah. Guru tersebut diduga sudah sering berbuat kasar terhadap anak didiknya.

Salah seorang wali murid menuturkan, ada sekitar lima siswa yang mendapat perlakukan kasar saat pembelajaran berlangsung di kelas. Guru tersebut, kata dia, sudah pernah melakukan perbuatan yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. (CR-06)

You might also like

Comments are closed.