Ini Pesan Terakhir Mahasiswa yang Gantung Diri di Gayamsari

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Gejolak apa yang demikian hebat hingga membuat AD (20) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur rumah kosnya, Senin (01/9) sore. Belum diketahui secara pasti apa motif aksi nekat mahasiswa perguruan tinggi swasta di Semarang itu. Jenazahnya menggantung terkait dengan tali rafia pada kusen runag dapur rumah kosnya, Bawangan, Siwalan, Gayamsari.

Misteri kematian AD sedikit tersibak dengan ditemukannya secarik kertas pada saku celana panjang warna coklat yang dikenakannya.  Menurut keterangan saksi mata, Nanang (20), secarik kertas itu berisi wasiat dengan tulisan tangan AD.

“Intinya surat dalam surat itu, dia (AD) meminta maaf kepada kekasihnya (SG). Lalu ucapan terimakasih pada saya. Ada lagi untuk Rayyin (teman korban) diminta untuk menghubungi ibunya (korban) setelah dia meninggal,” paparnya.

Dalan surat itu, lanjut Nanang, AD merasa sangat bersalah dan memilih mengakhiri hidupnya saat itu juga. “Dia mengaku sangat bersalah,” timpal Nanang tanpa membeberkan atas perkara apa perasaan bersalah itu.

Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUP Dr Kariadi untuk penyelidikan lebih lanjut. Keluarga korban yang datang yakni kakak perempuan AD langsung menangis histeris mengetahui adiknya terbujur kaku tanpa nyawa.

Sebelumnya, jenazah AD ditemukan pertama kali oleh kekasihnya, SG di ruang dapur rumah kos di Bawangan, Siwalan, Gayamsari, Senin (01/9) sore. Sebelum diketahui meninggal, AD sempat terlibat cek-cok dengan kekasihnya itu. (les)

You might also like

Comments are closed.