Ini Tanggapan Sekolah tentang Siswa SD Dikeroyok Kakak Kelas

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Dugaan penganiayaan yang dialami salah satu siswanya, langsung direspons pihak SD Islam Al Madina. Melalui Kepala Sekolah Saiful, sekolah yang beralamat di Sampangan Semarang tersebut membantah dugaan kekerasan itu.

Menurut Saiful, pihaknya sudah melakukan investigasi internal. Termasuk memanggil sejumlah siswa yang dituduh melakukan penyerangan terhadap KS (10), siswa kelas 5A di sekolah yang bersangkutan.

“Siswa-siswa yang dituduh sudah saya kumpulkan. Mereka mengaku tidak melakukan apa-apa terhadap korban,” tuturnya saat ditemui metrosemarang.com, Kamis (18/12) siang.

Bahkan, kata dia, teman-teman korban juga tidak mengetahui pengeroyokan yang menimpa KS. Saiful juga sudah mempertemukan orang tua kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Orang tua dari  tertuduh juga berbesar hati dan mau bertemu dengan orang tua korban. Saya sebagai mediator dan kedua pihak sudah dipertemukan, sepertinya akan diselesaikan secara kekeluargaan,” imbuhnya.

Namun, Saiful menangkis tudingan pihak sekolah kecolongan dengan adanya kasus dugaan kekerasan terhadap peserta didik. Menurut dit, para guru sudah melakukan pengawasan secara maksimal kepada siswa-siswinya. “Kami tidak merasa kecolongan, tapi kejadian ini untuk evaluasi diri saya dan sekolah,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, KS diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan tiga kakak kelasnya. Pengeroyokan itu diduga terkait hasil lomba antar kelas yang diadakan sekolah. Akibatnya, KS mengalami sesak napas dan pusing. Hingga kini, warga Gunungpati itu masih menjalani perawatan di RS Roemani Semarang. Pihak keluarga korban melalui sang ibu juga telah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Semarang, Rabu (17/12) malam. (yas)

You might also like

Comments are closed.