Ini yang Terjadi pada Tubuh Wanita saat Orgasme

Ilustrasi
Ilustrasi

 

METROSEMARANG.COM – Orgasme merupakan puncak kenikmatan seksual setelah serangkaian rangsangan yang didapat. Bagi pria, puncak orgasme atau ejakulasi biasa ditandai keluarnya sperma. Lalu, bagaimana dengan wanita? Apa saja yang terjadi pada tubuh mereka saat mencapai klimaks?

Wanita akan merasakan seluruh tubuh dan jiwanya benar-benar menakjubkan. Sebelum orgasme itu terjadi, ada beberapa perubahan yang terjadi di tubuh perempuan. Berikut ini fase orgasme pada wanita, seperti dilansir Your Tango.

Rangsangan

Saat wanita menerima rangsangan seksual, jantungnya mulai berdetak lebih cepat, napasnya memburu. Otot-otot tubuhnya semakin mengencang. Payudara akan membesar, dan diikuti putting yang menegang. Wajah, leher, dan dada beberapa wanita menjadi memerah. Dan klitorisnya membesar.

Pelumas

Rangsangan yang diterima secara otomatis akan membuat vagina mengeluarkan pelumas alami yang membuat hubungan seks menjadi menyenangkan. Bagi beberapa wanita, cairan pelumas ini tidak keluar, sehingga Miss-V kering.

Bukaan labia

Pada tahap selanjutnya, labia (bibir) akan terbuka. Saat itu, vagina akan menjadi lebih dalam dan lebar untuk mempermudah penetrasi. Ini terjadi karena darah mengalir ke daerah panggul, yang menciptakan sebuah sensasi hangat di organ intim.

Gairah berlanjut

Pada fase ini, semua organ yang berhubungan dengan seks menjadi lebih besar dan perubahan yang disebutkan di atas menjadi lebih jelas. Tapi, klitoris menjadi 50 persen lebih pendek sebelum mencapai klimaks.

Kulit memerah

Ketika wanita mencapai orgasme, kulitnya akan memerah dan otot-otot seluruh tubuh akan terus berkontraksi. Tekanan darah, denyut jantung dan pernapasan juga terus meningkat.

Denyutan

Wanita akan merasakan kontraksi di bagian luar vagina, rahim dan anus. Kontraksi ini berfungsi untuk menyedot air mani ke dalam vagina, sehingga sperma lebih mudah berenang ke sel telur dan membantu kehamilan. Denyut-denyut ini terjadi sekali setiap detiknya. Orgasme ringan memiliki 3 sampai 5 denyutan, dan orgasme intens memiliki 10 sampai 15 denyutan.

Rahim, labia, dan klitoris kemudian kembali ke ukuran normal, dan wanita akan merasakan relaksasi otot yang ekstrim. Pada titik ini, beberapa wanita mungkin mampu menanggapi rangsangan lebih lanjut sehingga mereka dapat mencapai orgasme tambahan. (twy)

 

You might also like

Comments are closed.