Inilah Logo Resmi Ultah 468 Semarang

logo hut semarang
SEMARANG – Ulang tahun Kota Semarang diperingati setiap tanggal 2 Mei, dan tahun ini memasuki usia ke-468. Sebagai bentuk kado bagi Kota Semarang, pekerja seni dan kreatif kota ini menginisiasi sebuah social movement bertemakan Kado Untuk Semarang.
Kado Untuk Semarang dilatarbelakangi kritik atas logo ulang tahun Kota Semarang ke-467. Logo itu mendapat kritikan keras dari para netizen dan ahli desain grafis karena dianggap buruk dan tidak merepresentasikan kota.‎
Inisiator Kado Untuk Semarang, Farisa Dian Utami menjelaskan, Kado Untuk Semarang merupakan social movement yang memungkinkan setiap orang dapat berpartisipasi untuk kemajuan kota. Caranya dengan menyumbangkan kreasi desain logo berupa angka 468. Desain dikirimkan kepada panitia mulai 27 Februari hingga 10 Maret.
Selama 12 hari berhasil terkumpul 136 logo dari 106 kreator. Karya-karya itu dikurasi oleh Adam Muda dari Klinik Desain dan M Arifudin dari DKV UDINUS. “Dari 136 logo itu tersaring 23 logo, dan kembali dilakukan kurasi hingga akhirnya mendapatkan 9 logo untuk diajukan ke Pemerintah Kota Semarang,” katanya.‎
Untuk mengetahui pendapat dari masyarakat umum dan juga sebagai bahan pertimbangan, dilakukan voting singkat pada Kamis, 19 Maret 2015 dimulai pukul 20.00 dan ditutup pada Jum’at, 20 Maret 2015 pukul 01.00. Hasil voting kemudian dijadikan bahan pertimbangan untuk memutuskan logo mana yang akan digunakan pada rapat di hari Jum’at, 20 Maret 2015 yang dipimpin langsung oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi.
Logo terpilih sebagai logo resmi HUT Kota Semarang merupakan karya Tri Aryanto Asal Kota Semarang. Karya Aryanto terinspirasi dari lekuk buah asem. Konon pohon asem dulu tumbuh jarang-jarang di sebuah wilayah yang kemudian disebut Asem Arang. Lidah orang Jawa lah yang menyederhanakan penyebutan menjadi Semarang.
Dalam keterangan logonya, Aryanto mengatakan, bentuk dasar yang berlekuk-lekuk juga merupakan struktur dasar karya-karya visual asli Jawa yang luwes, dinamis, ritmis. Seperti batik, ukiran, ornamen wayang, dan lain-lain. Garis-garis utama logo dirancang mengarah ke sudut yang sama, memberi makna harmonis dalam keragaman, satu tujuan dalam membangun kota Semarang.
Sedangkan ukuran huruf yang semakin membesar dengan skala tertentu dan tidak melampaui batas membawa makna bahwa pertumbuhan kota mutlak terjadi. Namun harus tetap memperhatikan setiap elemen tanpa ada yang harus dikorbankan.
“Secara keseluruhan dapat diartikan tahun ini adalah tahun penanda bahwa Semarang yang sudah sekian lama berdiri dan sudah tidak bisa dibilang kota muda, harus mampu bertumbuh dengan bijaksana, tumbuh dengan harmonis, terukur dan terencana,” jelas Aryanto yang tahun lalu menjadi salah satu pengkritik logo Ultah Semarang 467.
Social movement ini merupakan kerja sama antara Forum Rembug Socmed, CB31ArtSpace, KaramabaArt, Peacock Advertising, Playon, Klinik Desain, Komunitas Kaskus Regional Semarang, Kreavi, serta mahasiswa dari DKV UNNES dan DKV UDINUS. (byo)
You might also like

Comments are closed.