Inilah Penyebab Harga Oudetrap Melambung

Pembelian Gedung Oudetrap masih menimbulkan perdebatan. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Pembelian Gedung Oudetrap masih menimbulkan perdebatan. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Persoalan pembelian Gedung Oudetrap senilai Rp 8,7 miliar oleh Pemkot Kota Semarang yang lebih tinggi dari harga likuidasi oleh Bank BRI senilai Rp 2,4 miliar menjadi permasalahan.

Kendati demikian, Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) Yanuar Bey yang ikut menurunkan tim appraisal dalam menentukan harga gedung Oudetrap, mengaku sudah berdasarkan Standart Penilaian Indonesia.

Seperti yang diungkapkan perwakilan KJPP Yanuar Bey, Wahyu Mahendra S.T. Ia mengatakan, dalam menilai gedung sudah menggunakan nilai pasar berdasarkan Standar Penilaian Indonesia 2007 yang diperbarui pada 2013.

“Nilai pasar digunakan pada saat ada pembeli yang berniat membeli dan penjual yang berniat menjual. Sementara kalau lelang bank tersebut merupakan Nilai Likuidasi yakni, pembeli berniat membeli property, sementara penjual tidak berniat menjual atau secara terpaksa menjual propertinya,” kata dia di kantor yang beralamat di Jalan Sendang Sari Utara 13, Kalicari, Semarang.

Wahyu juga menambahkan, dalam prosesnya yang dimulai pada November 2014, pihaknya menilai gedung tersebut dengan dua pendekatan yakni, Pendekatan Biaya dan Pendekatan Pendapatan.

Pendekatan biaya  untuk menentukan harga property secara keseluruhan atau terpisah, tanah dan pendekatan pandapatan yang mengacu pada daerah dan property atau Gros Income Multiplayer (GIM) sekitar gedung seperti harga sewa bangunan sekitar gedung Oudetrap yang mencapai Rp 550 juta.

Terkait harga lelang bank yang pernah dikeluarkan, Wahyu beranggapan kalau harga lelang tersebut merupakan Harga Likuidasi yang biasanya memang lebih rendah dari harga jual.

Di sisi lain, dari informasi yang diperoleh Wahyu, Gedung Gambir memiliki 8 sertifikat, 5 atas nama Budhi Pranoto, sedangkan 3 atas nama istrinya. Ketika gedung tersebut diagunkan, tidak semua sertifikat diserahkan kepada pihak bank. Hal ini menyebabkan harga lelang yang sangat jauh dari harga beli oleh Pemkot.

Luas tanah Gedung Gambir tersebut adalah 1196 meter persegi dengan nilai mencapai Rp 7.056.400.000. sementara harga bangunan gedung seluas 1420 meter persegi tersebut ialah Rp. 1.647.100.000. dan tambahan property senilai Rp 47.600.000. Pada 30 Desember 2014 pemkot membeli gedung tersebut lewat rekening 1.20.1.20.05.33.026. (yas)

You might also like

Comments are closed.