Ironis! 350 Kios dan Los Pasar di Semarang Dibiarkan Mangkrak

METROSEMARANG.COM – Dinas Perdagangan Kota Semarang mencatat kios/los yang mangkrak dari 44 pasar yang ada jumlahnya mencapai sekitar 300-350  unit. Ditegaskan seluruh kios/los yang tidak difungsikan oleh pedagangnya untuk berjualan tersebut akan disegel.

Penyegelan kios/los yang dibiarkan kosong kembali dilakukan Dinas Perdagangan di tiga pasar, Senin (27/2). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Di Semarang diprediksi  ada sekitar 300-350 kios/los yang kosong dari 44 pasar. Saya tidak hanya terima laporan dari kepala pasar, tapi cek sendiri langsung di lapangan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto saat penyegelan kios/los di 3 pasar tradisional, yakni Pasar Langgar, Pedurungan dan Gayamsari, Senin (27/2).

Pihaknya menargetkan penyegelan semua kios/los mangkrak itu selesai Maret mendatang. Saat ini sudah dilakukan di Pasar Bulu, Langgar, Pedurungan dan Gayamsari. Dengan jumlah kios/los yang disegel hampir 100 unit. Di Pasar Bulu ada 16 dan tiga pasar lagi 82 kios/los.

Langkah tegas penyegelan ini untuk menertibkan pasar sehingga tidak ada potensi kios/los yang disewakan atau diperjualbelikan. Selain itu agar pasar lebih ramai sehingga pendapatan daerah dari retribusi pun akan semakin meningkat. ”Jika pasar ramai maka pendapatan daerah untuk pembangunan daerah juga akan meningkat,” kata Fajar.

Setelah 4 pasar tersebut, penyegal dalam waktu dekat juga akan dilanjutkan di antaranya di Pasar Rasamala dan Pasar Banyumanik. ”Kami akan fokus untuk menyegel kios/los yang kosong,” tegasnya.

Dijelaskan, penyegelan dilakukan karena kios/los yang dibiarkan kosong atau mangkrak melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum, dan Perda Nomor 9 Tahun 2013 tentang Pengaturan Pasar Tradisional. (duh)

You might also like

Comments are closed.