Ironis! Sudah 4 Bulan Progres Jalan di Tambaklorok Belum Ada 1 Persen

METROSEMARANG.COM – Pembangunan akses jalan di Kampung Tambaklorok Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, berjalan sangat lambat. Progres betonisasi jalan yang merupakan bagian dari mega proyek Kampung Bahari Tambaklorok ini belum ada 1 persen.

Wali Kota Hendi saat meninjau pembangunan jalan di Kampung Tambaklorok Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, Senin (23/10). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu telah membuat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau lokasi pembangunan di Kampung Tambaklorok, Senin (23/10) siang, terlihat kecewa. Dia langsung mendesak kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaannya sesuai target waktunya.

”Progres jalan masih belum menggembriakan. Kontrak dimulai bulan Juni tapi hingga sekarang progresnya hanya 0,6%. Masih jauh dari harapan yang mestinya sudah 20%,” kata wali kota usai melakukan tinjauan lapangan.

Wali Kota yang akrab disapa Hendi langsung mengumpulkan kontraktor, pengawas, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, serta sejumlah warga masyarakat yang belum mau menerima adanya pembangunan proyek Kampung Bahari Tambaklorok.

”Intinya masyarakat setelah dilakukan komunikasi persoalannya sederhana. Mereka hanya perlu ‘diorangkan’, artinya perlu dikomunikasikan. Kita sudah sampaikan mari dukung kegiatan pemerintah,” katanya.

Persoalan-persoalan yang menjadi penyebab minusnya progres pembangunan jalan akan langsung ditanganinya. Ia mengundang warga yang masih keberatan soal pembebasan lahan untuk pembangunan jalan ke kantornya pada minggu depan.

”InsyaAllah persoalan tentang ganti untung, ganti uang pagu, atau uang nguruk lahan akan dituntaskan angkanya pada minggu depan di kantor saya. Prinsipnya warga sudah siap mendukung,” terangnya.

Sementara itu, Kontraktor pelaksana lapangan PT Sartonia Agung yang mengerjakan proyek jalan, Hasan mengatakan, pihaknya terkendala pembebasan lahan. Dari mulai utara sampai ke selatan sepanjang 738 meter keseluruhan ada sekitar 125 bidang lahan yang terkena dampak.

”Untuk jalan ada 108 bidang lahan yang terkena dampak, tapi kalau dimulai dari utara ada sekitar 125. Tapi yang paling darurat adalah 5 rumah, tapi sudah dilobi. Secepatnya semua persoalan pembebasan lahan ini diselesaikan,” katanya.

Ia menyebutkan, betonisasi jalan dengan nilai pagu Rp 47 miliar itu termasuk untuk pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Pasar Tambaklorok. Untuk betonisasi jalan dilakukan sepanjang 738 meter dan lebar 20 meter yang dilakukan sejak 4 bulan lalu.

”Tapi kami optimistis tahun ini bisa terserap 9% atau 1/3, sebab sesuai kontrak selesai Juli 2018. Tahun ini serapan anggaran optimis bisa 9% atau sekitar 300an meter jalan yang bisa dibangun,” ujarnya.

Upaya untuk percepatan pembangunan jalan akan dilakukan pihaknya. Yakni dengan dilakukan pekerjaan nonstop atau lembur sampai malam dengan sistem dua sift. (duh)

You might also like

Comments are closed.