Isu Kelangkaan Gas Bersubsidi, Pertamina Minta Dinas Terkait Ikut Memonitor

METROSEMARANG.COM – Isu kelangkaan gas Elpiji subsidi 3 Kg terjadi di berbagai wilayah di Jawa Tengah. Bahkan di grup sosial media Facebook, Media Informasi Kota (MIK) Semar berisi beberapa keluhan warga yang menyatakan gas Elpiji 3 Kg sulit untuk ditemukan.

Area Manager Communication and Relations Pertamina MOR IV, Andar Titi Lestari (tengah) memberikan keterangan pers terkait persiapan Pertamina menjelang Idul Adha, Senin (28/8). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

Dikonfirmasi hal tersebut, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV Jateng DIY mengatakan bahwa Pertamina selalu menambah stok gas bersubsidi (3 Kg), terutama ketika masa-masa tertentu yang membutuhkan lebih banyak pasokan, seperti Idul Adha lalu.

“Kalau isu kami akan menghilangkan gas bersubsidi dan digantikan gas 5,5 Kg itu jelas tidak mungkin. Di Kota Semarang rata-rata normal konsumsi bulanan 1.746.000 tiap bulan, untuk Idul Adha kemarin kami tambahkan 33.206 tabung. Untuk Kabupaten Semarang rata-rata konsumsi 807.950 tiap bulan, saat Idul Adha kemarin ditambah 21.864 tabung,” papar Area Manager Communication and Relations Pertamina MOR IV Jateng DIY, Andar Titi Lestari, Selasa (6/9).

Dia menambahkan, peran pengawasan dan pengendalian di tingkat masyarakat dan pengecer ada di dinas terkait. “Cobalah mereka (dinas terkait) membuat kartu kendali agar sama-sama mudah memonitor. Pertamina sudah melakukan pengawasan di tingkat pangkalan. Di Semarang sendiri sudah terdapat 45.000 pangkalan,” tambahnya.

Andar berharap, pengawasan dan pengendalian di level masyarakat dan pengecer adalah dilakukan bersama-sama, baik dari Dinas dan Kepolisian. Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk sadar bahwa gas bersubsidi diperuntukkan bagi kalangan kurang mampu. (ade)

You might also like

Comments are closed.