Isu KIA Jadi Syarat Wajib Masuk Sekolah, Pemohon Membeludak

METROSEMARANG.COM – Kekhawatiran warga bahwa Kartu Identitas Anak (KIA) akan digunakan sebagai syarat mendaftarkan anak ke sekolah, membuat pemohon kartu identitas tersebut membludak di Tempat Perekaman Data Kependudukan (TPDK). Setiap hari tidak kurang ada sekitar 100 pemohon.

Komisi A DPRD Kota Semarang meninjau pembuatan e-KTP di TPDK Semarang Tengah, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Semarang, Adi Tri Hananto mengatakan, sejak Januari sampai sekarang terhitung sudah mencapai 6.000 pemohon yang mengurus pembuatan KIA di Dispendukcapil.

‘’Sebenarnya sudah berkali-kali Saya sampaikan kepada masyarakat, KIA tidak menjadi syarat wajib untuk masuk ke semua jenjang sekolah,’’ katanya, Jumat (23/2).

Dia menjamin, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk memastikan KIA bukan syarat wajib masuk ke sekolah SD dan SMP. Maupun dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jateng untuk memastikan KIA bukan syarat wajib masuk SMA/SMK.

Adi mengimbau, masyarakat agar tidak terpancing dengan isu yang mengatakan bahwa KIA diwajibkan bagi setiap anak untuk dipakai saat pendaftaran masuk sekolah. Namun demikian pembuatan KIA bagi anak usia 1-17 tahun tetap wajib dilakukan oleh masyarakat.

‘’Dari data yang masuk jumlah anak di Kota Semarang ada sebanyak 441.000, angka ini dinamis (bisa berubah) karena ada kelahiran baru dan ada yang pindah,’’ terangnya.

Kendalanya, kata Adi, dari jumlah anak tersebut blanko pembuatan KIA yang tersedia saat ini baru ada 178.000. Di perubahan anggaran nanti akan ditambah supaya mencukupi. Selain itu peralatan untuk membuat KIA ini baru punya 2 unit alat printer. (duh)

You might also like

Comments are closed.