Ita Jamin Tak akan Menggusur PKL Kota Lama

METROSEMARANG.COM – Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) segera menginventarisasi bangunan cagar budaya di Kota Lama. Namun, penataan kawasan bersejarah itu tidak akan mengganggu keberadaan pedagang kaki lima (PKL) setempat.

Penegasan itu disampaikan Ketua BP2KL, Hevearita Gunaryanti Rahayu. Wanita yang juga Wakil Wali Kota Semarang itu mengakui bahwa penataan PKL menjadi salah satu prioritas program BP2KL hingga 2018 mendatang.

Hevearita Gunaryanti Rahayu Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Hevearita Gunaryanti Rahayu
Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Ada empat poin yang menjadi prioritas kami dan salah satunya adalah penataan PKL. Kami tegaskan, penataan PKL tidak akan memindahkan (pedagang) ke tempat lain, tapi menata agar kawasan Kota Lama menjadi lebih bersih dan nyaman,” tutur Ita, sapaan akrabnya, usai pengukuhan BP2KL periode 2013-2018, akhir pekan kemarin.

Menurut Ita, nantinya para PKL tersebut akan lebih dioptimalkan agar menjadi salah satu ikon pelengkap destinasi wisata yang disesuaikan dengan keadaan kawasan Kota Lama. “Jadi mereka kita optimalkan bukan kita singkirkan, dan disesuaikan dengan kondisi atau keadaan Kota Lama ini,” tegasnya.

Keberadaan PKL di kawasan Kota Lama sejauh ini masih menimbulkan kontroversi. Namun, pengurus Paguyuban Pedagang Barang Seni (Padangrani) Teguh Gunawan mengatakan, keberadaan pedagang selain berjualan barang-barang antik, juga ingin menjadi salah satu ikon pariwisata tambahan di Kota Lama.

“Kami berdagang di sini untuk ikut memajukan pariwisata kota Semarang, kami bukan PKL seperti pedagang di pinggir jalan yang tidak resmi,” ucapnya dalam dialog di aula Kelurahan Tanjung Mas Semarang Utara, beberapa waktu lalu. (din)

You might also like

Comments are closed.