Ita Sebut Sekolah Lima Hari Perlu Kajian Mendalam

METROSEMARANG.COM – Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan akan melakukan kajian terkait penerapan kebijakan 5 hari sekolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Mengingat tidak semua sekolah di Kota Semarang siap untuk melaksanakan program baru tersebut.

Ilustrasi. Pelaksanaan sekolah lima hari diminta dikaji ulang. Foto: metrosemarang.com/dok

Menurutnya, pemerintah kota tentu akan menaati Peraturan Menteri Pendidikan itu. Namun pemberlakukan 5 hari sekolah tentunya harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing sekolah.

“Setuju atau tidak setuju itu adalah peraturan pemerintah (pusat), tapi kita juga harus melihat kemampuan dari masing-masing sekolah,” kata Wakil Wali Kota yang biasa disapa Ita, Rabu (19/7).

Pelaksanaan 5 hari sekolah, lanjutnya, perlu kesiapan yang matang dari semua pihak terutama sekolah sendiri. Karena nyatanya saat ini sekolah ada yang memiliki jam pagi dan jam siang pembelajaran. Sehingga ketika diberlakukan sekolah 5 hari berarti perlu adanya tambahan ruang kelas.

“Karena itu kami berharap ada kajian lima hari sekolah khususnya di Kota Semarang,” tegasnya.

Saat ini yang terpenting, Ita menyebutkan kurikulum dan jam belajar mengajarnya di sekolah memenuhi standar. Sebab jika dipaksakan harus 5 hari belajar nyatanya ada sekolah yang memang belum bisa.

“Intinya kita kembalikan kepada kesiapan masing-masing sekolah, akan tetapi kalau aturannya dikembalikan ke enam hari sekolah itu malah lebih baik,” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.