Ivan Setia Arianto: Spesialis Penemu Muda

Ivan Setia Arianto bersama Qanissa Aghara tengah bersiap diri untuk mengikuti OSN studi Fisika tingkat SMP se-Indonesia. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Ivan Setia Arianto (kanan) bersama Qanissa Aghara tengah bersiap diri untuk mengikuti OSN studi Fisika tingkat SMP se-Indonesia. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

BERHASIL membawa murid asuhannya meraih medali emas bidang Olimpiade Sains Nasional (OSN) studi Fisika tingkat SMP Islam Al Azhar se-Indonesia, memberi kenangan dan kebanggaan tersendiri bagi Ivan Setia Arianto. Kesabarannya dalam memberi bimbingan anak asuhnya menghasilkan penemu muda.

Guru Fisika SMP Islam Al Azhar 29 BSB Semarang ini sempat tidak percaya saat mendengar anak asuhnya, Qanissa Aghara menjadi siswa nomor satu di olimpiade tersebut. Alumni Pendidikan Fisika Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini menuturkan, untuk meraih juara dalam OSN Fisika berbeda dengan bidang studi lainnya.

“Kalau Fisika untuk meraih juara harus menyiapkan program minimal satu tahun, sedangkan studi lain persiapan satu atau bulan sudah bisa. Rata-rata studi Fisika pemenangnya juga siswa Kelas VIII, karena harus sudah memiliki pengalaman,” ungkapnya kepada metrosemarang.com, Rabu (21/1).

Dengan latar belakang murid asuhan yang pernah meraih juara III lomba penelitian studi Biologi tingkat Internasional di Korea, memacu kreativitas Ivan saat mengajar. Menurut dia, seorang guru harus memiliki insting yang tajam untuk memilih materi pelatihan agar sesuai dengan soal yang dilombakan.

Mendampingi, mendidik serta memberi arahan selama satu tahun pasti banyak pengalaman dan pelajaran yang ia dapat. “Siswa Kelas VIII kan masa-masa puber, jadi harus sering memotivasi dan sabar,” tutur pria kelahiran Blora, 24 tahun silam.

Dalam kiprahnya, prestasi membanggakan juga pernah ia raih di tahun 2014 lalu. Bersama kedua muridnya, dalam ajang Kalbe Junior Scientist Award (KJSA) meraih juara I dengan karyanya menciptakan ‘Sajadah Detektor Rakaat’ sekaligus sebagai finalis dengan karyanya menciptakan ‘Kunci Motor Anti Maling’.

Saat ini Ivan bersama Qanissa Aghara tengah bersiap diri untuk mengikuti OSN studi Fisika tingkat SMP se-Indonesia pada awal Maret 2015 nanti mewakili sekolahnya. “Optimistis saja. Kami sudah berusaha mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Soal hasil, itu urusan belakangan,” tandasnya. (ans)

 

Comments are closed.