Izin Beres, Pabrik Semen Rembang Mulai Beroperasi Bulan Depan

METROSEMARANG.COM – Pabrik Semen Rembang dipastikan mulai melakukan penambangan di areal Pegunungan Kendeng di Desa Tegaldowo, pada bulan depan. Hal tersebut mengingat PT Semen Indonesia sebagai pengelola pabrik semen telah mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pembangunan pabrik semen di Rembang bisa kembali dilanjutkan mulai bulan April 2017. Foto: metrosemarang.com/dok

“Bulan April kita mulai beroperasi penuh,” ungkap Heru Indar Wijajanto, Head of Enggineering and Construction PT Semen Indonesia, ketika berada di pabriknya di Rembang, Kamis (16/3).

Heru mengatakan persiapannya untuk melakukanpenambangan batu kapur di Kendeng kini benar-benar matang. Ia bilang, pembangunan pabrik semen sudah rampung. “99,16 persen sudah dibangun,” ujar Heru lagi.

Menurutnya sejak medio Oktober 2016 lalu pabriknya telah melakukan berbagai ujicoba operasional. Pun demikian dengan ujicoba pengolahan semen, bahan bakunya langsung didatangkan dari Tuban, Jawa Timur.

“Tapi ujicoba yang kami lakukan sempat tersendat karena Gubernur Jawa Tengah mencabut izin lingkungannya. Namun untuk saat ini semuanya sudah siap beroperasi,” tutur Heru.

Dengan mengeksplorasi Pegunungan Kendeng, maka ia menargetkan mampu menghasilkan 1,9 juta ton semen selama 2017. Jumlah ini, katanya, bakal bertambah jadi 3 juta ton setahun pada 2018 mendatang. “Itu sesuai target tahunan kita,” bebernya.

Untuk bulan ini, pabriknya telah mengoperasikam semua mesin. Dan ia berharap ke depan tak ada lagi kendala teknis dari mesin, apalagi komponen mesinnya lebih baik dibanding mesin-mesin pendahulunya.

Lebih jauh, ia mengaku masih akan berkomunikasi dengan warga terdampak yang kini masih memprotes pembangunan pabrik semen. Mereka akan diajak rembugan agar dapat msnghidupi masyarakat Rembang secara berasama-sama.

“Soal debu, sudah diantisipasi dengan pengurangan dump truck dan mesin produksi difilter sementara untuk air juga sudah dibangun embung,” tambahnya.

Pabriknya juga telah membangun embung di ujung Desa Tegaldowo. Embung tersebut bisa dimanfaatkam warga untuk mengairi ladang sawahnya.

“Kita janji lakukan reklamasi lahan di sana tiap dua tahun. Sehingga pohon-pohon tua bisa tumbuh kembali,” pungkasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.