Izin Pemindahan Lambat, Puluhan Jalak Putih Telantar di BKSDA Jateng

METROSEMARANG.COM – Gara-gara kesulitan mencari lembaga konservasi (LK) yang memadai, 28 ekor jalak putih sitaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), saat ini telantar.

Ilustrasi. Puluhan Jalak Putih di BKSDA Jateng telantar lantaran lambatnya izin pemindahan.

Bahkan, Kepala Resort Konservasi BKSDA Wilayah Semarang, Tarsisius Suharyono mengungkapkan ada beberapa ekor jalak terpaksa dipisah dari kandangnya karena terluka pada bagian kepalanya.

“Ya terpaksa dipisahkan sama kawanan lainnya karena saat di kandang beberapa ekor ada yang saling melukai, untungnya tidak ada yang mati,” tutur Suharyono saat berbincang dengan metrosemarang.com, Selasa (3/4).

Ia mengaku sampai sekarang belum ada satu pun LK yang tertarik merawat jalak putih tersebut. “Mungkin kandangnya penuh. Maka ketika kami tawarkan kepada semua pengelola LK, tidak ada yang merespon,” ungkap Suharyono.

Ia menuturkan kondisi serupa juga dialami empat elang laut sitaan BKSDA belum lama ini. Dari empat ekor, menurutnya hanya seekor elang yang berhasil dikirim ke Taman Safari wilayah Batang.

“Barusan seekor elang dan landak dikirim ke Batang,” bebernya.

Ia mengatakan banyaknya satwa sitaan yang terlantar di BKSDA lantaran tak kunjung dapat izin pemindahan konservasi dari Dirjen Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Padahal, seharusnya setiap satwa liar bisa langsung diserahkan ke LK-LK yang tersebar di seluruh Pulau Jawa. Karenanya, ia pun hanya bisa pasrah saat satwa sitaan memenuhi kandang belakang gedung BKSDA.

“Mau gimana lagi, Dirjen Kehutanan belum memberi restu pemindahan elang laut ke lokasi penangkar Kepulauan Seribu. Kita juga belum bisa melihat sendiri apakah konservasi di sana layak atau tidak,” terangnya.

Lebih jauh lagi, ia menambahkan batas waktu pemindahan satwa sitaan ke LK juga bergantung pada keputusan pengadilan. Dalam kasus elang laut dan jalak putih yang nyaris dijual via online oleh seorang pelaku misalnya, pihak pengadilan hanya memberi deadline sampai 60 hari saat disimpan di kandang BKSDA.

“Mestinya cuma boleh ditaruh di sini selama 60 hari saja. Namun, mengingat tidak ada restu dari KLHK dan menunggu LK yang bersedia merawat, maka disimpan di sini dulu. Jangan sampai ketika ditaruh di sebuah penangkar malah mati. Harus ada fasilitas vaksin unggas dan berbagai makanan penunjangnya,” tutupnya. (far)

You might also like

Comments are closed.