Jadi Percontohan Go Green School, SD Sukorejo 02 Budidayakan Tanaman Langka

METROSEMARANG.COM – Sekolah Dasar Sukorejo 02 Semarang mendapatkan predikat Sekolah Percontohan Go Green School sejak Desember 2016 lalu. Berbagai macam tanaman ada di sekolah ini. Mulai dari tanaman hias, sayur, buah, toga, bahkan tanaman langka juga terdapat di SD yang beralamat di Jalan Dewi Sartika Barat IV A, Sukorejo, Gunungpati.

Khusnul Chotimah memerlihatkan pembibitan tanaman di SD Sukorejo 02. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Bermula dari Kepala Sekolah, Khusnul Chotimah yang hobi bercocok tanam dan mulai mengubah pemandangan di sekitar sekolah. Ia menyesalkan lahan sekolah yang tak terurus dengan baik ketika dirinya mulai menjabat sebagai kepala sekolah sejak September 2016 lalu.

“Dalam hati saya nangis, sekolah dengan lahan yang begitu luas kok hanya begini saja,” ujarnya ketika ditemui metrosemarang.com, Selasa (14/3).

Melihat situasi ini, ia berkoordinasi dengan seluruh guru dan pengurus sekolah tersebut untuk melakukan penghijauan. Tak hanya itu Khusnul juga mengadakan koordinasi dengan wali murid guna meminta pendapat mengenai programnya untuk menghijaukan sekolah.

“Lalu saya bilang ke pengawas saya dari Dinas Pendidikan UPTD Gunungpati dan disetujui, bahkan mereka mendukung,” tambah Khusnul.

Dengan cara mengumpulkan tanaman dari murid, kini area sekolah telah diolah dan dipercantik dengan macam-macam jenis tumbuhan.

Green House di SD Sukorejo 02 Gunungpati. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Di bagian depan sekolah didirikan sebuah Green House yang berisi berbagai jenis tanaman hias. Di sebelah kiri terdapat tanaman buah buahan seperti kepel, nongko sabrang, mojo, dan beberapa lainnya. Kemudian dibagikan belakang gedung sekolah kini disulap menjadi tempat pembibitan berbagai macam tanaman buah dan sayur.

“Itu ada bibit brokoli, ada paprika, dan lainnya, kedepan kami sedang mencoba membuat media tanam berbentuk pot namun tanpa pot,” ujar Khusnul.

Dalam uji cobanya, Khusnul melibatkan murid-murid SD tersebut. Mulai dari mencampur tanah dengan pupuk dan cocopeat hingga mencetak media tanam tersebut sehingga berbentuk menyerupai pot.

“Ini juga merupakan persiapan untuk lomba bulan Agustus nanti kami akan mengikuti LSS (Lomba Sekolah Sehat) di tingkat Kota Semarang,” imbuh Khusnul.

Khusnul juga berharap dengan dicapainya predikat Percontohan Go Green School mampu membangkitkan sekolah-sekolah lain di kyota Semarang lebih berinovasi lagi. “Contohlah, atau bahkan melebihi malah lebih bagus,” pungkas Khusnul. (fen)

You might also like

Comments are closed.