Jadi Perusda, Bonbin Mangkang akan ‘Disulap’ Seperti Bali Zoo

METROSEMARANG.COM – Proses perubahan status Taman Margasatwa atau Kebun Binatang (Bonbin) Mangkang menjadi perusahaan daerah (perusda) sudah hampir selesai. Direncanakan 16 Juni mendatang raperda penyertaan modal dapat digedok oleh pansus sehingga bonbin resmi menjadi perusda.

Para pengunjung melihat-lihat koleksi satwa yang ada di Bonbin Mangkang. Foto: metrosemarang.com/dok

Dengan menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maka nantinya pengelolaan bonbin akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Pengelolaan oleh pihak ketiga diyakini akan menjadikan Bonbin Mangkang lebih berkembang seperti tempat wisata Jatim Park di Malang dan Bali Zoo di Bali.

”Pemkot Semarang memiliki bergaining yang bisa dijual kepada calon pihak ketiga yaitu asetnya sudah jelas milik pemkot, hewannya bagus dan luasnya mencapai sekitar 7-8 hektare. Sama seperti di Bali Zoo bahkan lebih luas dari Jatim Park,” kata Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu, Jumat (5/5).

Wakil wali kota yang biasa disapa Ita menjelaskan, penataan di Bonbin Mangkang saat ini modelnya masih konservatif sehingga tidak menarik. Hal itu tak lepas dari adanya peraturan daerah yang mengatur ketentuan misalnya retribusi tiket masuk hanya Rp 5.000. Sehingga pendapatan yang diperoleh susah untuk mengoptimalkan potensi yang ada di Bonbin Mangkang.

Status hanya sebagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) juga menjadikan Bonbin Mangkang tidak dapat melakukan tukar menukar satwa dengan bonbin daerah lainnya. Namun setelah menjadi perusda Bonbin Mangkang nantinya akan dikembangkan seperti Jatim Park atau Bali Zoo.

”Tukar menukar satwa juga akan bisa dilakukan. Karena nanti tahapannya setelah Bonbin Mangkang menjadi BUMD atau perusda atau perseroda kemudian bisa ditetapkan sebagai lembaga konservasi,” katanya.

Ita mengatakan, koleksi satwa Bonbin Mangkang saat ini sudah bisa untuk melakukan tukar menukar satwa. Contohnya buaya saat ini sudah memiliki 50 ekor dan kemudian harimau. Pihaknya berharap nanti Bonbin Mangkang bisa tukar satwa Kanguru dengan Bonbin Gembira Loka di Yogyakarta.

”Kemarin saya sudah melihat di Bali bisa tukar menukar harimau dengan kanguru dengan Bonbin Gembira Loka. Kanguru ternyata bisa hidup di Indonesia, sehingga tidak perlu ke Australia orang bisa foto bersama kanguru. Seperti ini yang perlu dilakukan,” katanya.

Ditambahkan, kerjasama dengan pihak ketiga nantinya tidak perlu jauh-jauh tapi cukup dengan pihak yang sudah jelas punya kompeten. Bisa mencontoh Jatim Park yang ternyata sebenarnya juga punya pemerintah tapi berhasil dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Pihaknya juga akan memberdayakan masyarakat sekitar untuk menanam tanaman untuk makanan hewan-hewan di Bonbin Mangkang. Seperti di Bali Zoo pengunjung bisa masuk ke kandang hewan untuk memberi makanan. Karena kebetulan di belakang Bonbin Mangkang ada lahan milik Dinas Pertanian seluas 1,5 hektare. (duh)

You might also like

Comments are closed.