Jadi PNS Pemprov Jateng, Gaji Atikoh Ganjar Disumbangkan

METROSEMARANG.COM – Istri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti, kini sudah pindah status PNS-nya dari Pemprov DKI Jakarta ke Pemprov Jateng. Namun ia tidak mengambil gaji karena semuanya disumbangkan untuk masyarakat yang membutuhkan.

Atikoh mengatakan, dirinya kini tercatat sebagai staf di Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes). Ia mengambil tanggung jawab mengurus pemberdayaan masyarakat pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), sosialisasi undang-undang pernikahan dini dan pornografi, dan pencegahan HIV/AIDS.

Siti Atikoh Supriyanti (jilbab hijau) mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam pencanangan gerakan makan ikan di SD Gondangwinangun, Ngadirejo, Temanggung, Selasa (3/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Siti Atikoh Supriyanti (jilbab hijau) mendampingi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam pencanangan gerakan makan ikan di SD Gondangwinangun, Ngadirejo, Temanggung, Selasa (3/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

Untuk pengabdiannya itu, Atikoh menyatakan tidak akan mengambil gaji yang menjadi haknya sebagai PNS. “Selama saya menjadi PNS di sini (Pemprov Jateng), Insya Allah saya tidak akan ‘ngutak-utik’ gaji, saya akan sumbangkan ke masyarakat yang membutuhkan karena itu uang rakyat, mungkin ada PAUD yang butuh atau ada masyarakat yang butuh pendidikan,” katanya di Semarang, Rabu (4/5).

Atikoh menjelaskan ketika suaminya Ganjar Pranowo kampanye Pilgub Jateng 2013, statusnya masih PNS Pemprov DKI Jakarta. Agar dapat mendampingi Ganjar ia mengambil cuti besar tiga bulan. Kemudian setelah  Ganjar dilantik sebagai gubernur, Atikoh mengambil cuti di luar tanggungan negara. “Saya memutuskan cuti besar dan cuti di luar tanggungan negara karena itu bisa dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum,” ujarnya.

Setelah cuti di luar tanggungan negara selama tiga tahun selesai, ibu dari Zinedine Alam Ganjar itu kemudian mengaktifkan kembali status PNS-nya dan tercatat sebagai salah seorang PNS di Bapermasdes Jateng sejak awal April 2016. “Kalau di Jateng, Insya Allah saya bisa berkontribusi sebagai PNS,” bebernya.

Meski demikian Atikoh masih akan berpikir ulang apakah akan tetap jadi PNS atau mengajukan pensiun dini. “Bulan ini saya akan putuskan berhenti atau cuti lagi,” kata lulusan Magister  Perencanaan Kebijakan Wilayah Kota ITB dan Master Public Policy di sebuah universitas di Tokyo, Jepang itu. (byo)

You might also like

Comments are closed.