Jajakan Kuliner di Atas Truk, Cara Baru UKM Pasarkan Produk

foodtruck
Pelaku usaha kuliner menjajakan produknya di Food Truck di acara UKM Culinary Festival di Kota Lama Semarang yang berlangsung 20-22 April 2018. (Foto: metrojateng.com/Anggun Puspita)

 

SEMARANG – Tempat kadang menjadi kendala bagi pelaku usaha baru yang ingin berjualan. Maka pemasaran online menjadi solusi saat ini untuk menjual produknya. Akan tetapi tidak itu saja, kini pelaku usaha khususnya kuliner mulai memanfaatkan kendaraan roda empat seperti truk untuk menjajakan dagangannya. Hal itu tampak pada acara UKM Culinary Festival di Kota Lama Semarang yang berlangsung 20-22 April 2018.

Puluhan truk makanan atau food truck mangkal di sepanjang ruas Jalan Letjen Suprapto Semarang. Mereka tidak hanya berasal dari Semarang, tapi juga datang dari berbagai kota di Indonesia seperti Pati, Jepara, Surabaya, Salatiga, Solo, Bogor, Bandung, Tulungagung, hingga Bali.

Pada hari biasa mereka menjajakan dagangannya dengan cara berpindah-pindah atau mangkal di kota asalnya. Namun, pada kesempatan tersebut mereka berjualan di Kota Lama Semarang.

Seperti Muhammad, penjual Es Kelapa Muda Gula Aren (Keren) dari Surabaya itu rela menempuh perjalanan dari sejak Rabu siang dan tiba di Semarang Kamis pagi untuk menjajakan dagangannya di acara tersebut.

“Biasanya mangkal di Pondok Candra Juanda Surabaya, tapi kali ini diajak jualan disini,” ungkapnya. Cara berjualan di atas truk itu sudah dilakukan sejak sembilan tahun lalu. Alasannya, karena lebih mudah dan fleksibel bisa jualan dimana-mana, bahkan anti dari kejar-kejaran Satpol PP.

“Dulu waktu jualan dengan gerobak sering dirazia Satpol PP karena mangkal sembarangan. Kalau dengan mobil kan nggak, karena selain mangkal juga berjualan keliling,” katanya yang bergabung di Komunitas Food Truck Indonesia.

Melalui pemasaran tersebut pelaku lebih luas dalam menjangkau konsumen. Bahkan, pada festival kuliner yang diselenggarakan Pemkot Semarang serta Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah itu dia membawa Durian 30kg, Kelapa Muda 30kg, Alpukat 6kg, Leci 2 karton, dan Susu 1 karton untuk 2.000 gelas selama 3 hari.

Selain Es Keren, pelaku usaha kuliner di atas truk yang terlibat adalah Gunthem Premium Coffee dari Salatiga. Sakur sang pemilik mulai membuka usaha itu sejak Januari lalu. Menyajikan single origin coffee dia biasa mangkal di Selasar Kartini seberang Hotel Maya Salatiga.

“Awalnya ya cuma bergelut di pengolahan kopi, tapi akhirnya nyemplung di bisnis ini dengan menyajikan kopi robusta dari Gunung Kelir Ambarawa dan kopi arabica Aceh Gayo,” katanya. Menurut dia, cara berjualan secara mobile ini lebih mudah dan tidak butuh modal banyak. Selain itu, bisa jemput bola ke konsumen.

Disamping Es Keren dan Gunthem Premium Coffee masih banyak pelaku kuliner yang menjajakan dagangannya di festival tersebut. Misalnya Bakso Balap Bandung, Pizza Rengkot Buyut Jepara, dan lainnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati mengatakan, melalui acara ini pihaknya ingin memperkenalkan UKM dengan cara berbeda. “UKM tidak harus mapan berjualan di toko atau warung, tapi bisa dengan cara lain yaitu food truck. Ini salah satu konsep baru dan modern yang bisa ditempuh pelaku usaha zaman sekarang,” katanya. (ang)

You might also like

Comments are closed.