Jaksa Belum Siap Bacakan Tuntutan, Sidang Korupsi Kasda Rp 22 M Ditunda

Ilustrasi
Ilustrasi

METROSEMARANG.COM – Sidang lanjutan kasus penerimaan suap dan gratifikasi atas hilangnya dana Kas Daerah (Kasda) Pemerintah Kota Semarang senilai Rp 22,7 miliar hari ini, Selasa (19/1) terpaksa ditunda. Alasannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) belum siap membacakan agenda tuntutan terhadap mantan Kepala UPTD Kasda Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang, Suhantoro yang jadi terdakwa dalam kasus tersebut.

Jaksa Zahri Aeniwati memohon izin kepada majelis hakim Tipikor untuk menyusun beberapa tuntutan terhadap terdakwa. “Mohon izin karena tuntutan belum siap maka kami minta waktu menyusun dan menunda sidang,” ujar Zahri, saat berada di muka sidang bersama Ketua Majelis Hakim Tipikor Semarang, Torowa Daeli.

Usai meminta izin, Ketua Majelis Hakim  Torowa lalu memutuskan menunda sidang lanjutan Kasda hingga 26 Januari mendatang. “Sidang ditunda. Kami perintahkan terdakwa kembali ke tahanan,” kata Torowa.

Perlu diketahui, dalam sidang kasus penerimaan suap Kasda Kota Semarang ini sebelumnya berhasil mengungkap fakta-fakta mengejutkan. Salah satunya Suhantoro diketahui menerima suap Rp 152,4 juta dari Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK) eks karyawan BTPN Cabang Pandanaran yang kini telah dijadikan tersangka.

Duit sebanyak itu belakangan diketahui sudah diberikan tersangka Dyah dan dikirim ke nomor rekening 135-00-0310686-9 atas nama Suhantoro. Transfer dilakukan berkala. Rinciannya, di tanggal 4 Juli 2014 dikirim Rp 29,2 juta, 8 Agustus dikirim Rp 30 juta, 30 September dikirim Rp 30,5 juta, 20 November Rp 5 juta, 27 Oktober dikirim Rp 29,5 juta dan 8 Desember 2014 sebesar Rp 13,9 juta.

Selain itu, mulai Januari 2015 tersangka Dyah juga mentransfer uang Rp 14 juta. Jadi total uang yang diberikan DAK kepada terdakwa sebesar Rp152,4 juta.

JPU pun menjerat Suhantoro dengan Pasal 12 B ayat 1 huruf a Jo Pasal 12 B ayat 2 Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Selain itu Pasal 5 ayat 2 jo Pasal 5 ayat 1 undang-undang yang sama.

Di samping tersangkut kasus Kasda, Suhantoro yang telah meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kedungpane, karena sedang menjalani masa hukuman kasus korupsi dana hibah KONI Kota Semarang 2012/2013. (far)

You might also like

Comments are closed.