Jalan Ambles, Rute Koridor VI Trans Semarang Dialihkan

METROSEMARANG.COM – Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Trans Semarang terpaksa harus mengalihkan jalur BRT Trans Semarang koridor VI jurusan Undip Tembalang-Unnes Gunungpati. Pengalihan tersebut karena ada kondisi ruas jalan yang rusak parah.

Petugas memasang pemberitahuan pengalihan rute BRT Koridor VI. Foto: istimewa

Plt Kepala BLU UPTD Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan menerangkan, ruas jalan yang rusak di jalur koridor VI tersebut tepatnya di Jalan Pawiyatan Luhur dekat Kampus Untag dan Unika Soegijapranata. Jalan yang memang terkenal esktrem itu kembali ambles akibat hujan deras.

‘’Demi keselamatan para pengguna jasa yang mesti harus kami prioritaskan, maka jalur BRT Trans Semarang koridor VI harus kami alihkan sementara mulai pada hari Jumat (16/2) kemarin,’’ ungkapnya, Senin (19/2).

Jalur Trans Semarang koridor VI yang semula melewati rute Jatidiri, Unika, Akpelni dialihkan ke Kariadi, Kaligarang, Sampangan. Pengalihan ini dilakukan sampai dengan kegiatan pengerjaan Jalur Pawiyatan Luhur tersebut selesai diperbaiki.

Untuk menanggulangi keluhan para pengguna jasa, lanjut Ade Bhakti, maka pihaknya sudah memasang pengumuman yang ditempelkan di setiap shelter yang tidak bisa dilewati oleh BRT Trans Semarang karena jalan yang ambles.

Shelter yang tidak bisa dilewati tersebut antara lain yaitu Shelter Donbosco, Shelter Jatidiri, Shelter Unika, dan Shelter Akpelni.

‘’Kami telah menempelkan pengumuman di setiap shelter tersebut dibantu oleh rekan-rekan Devisi Operasional dan Sarpras,’’ tegas Ade Bhakti.

Salah satu titik kerusakan di Jalan Pawiyatan Luhur. Foto: metrosemarang.com/dok

Sementara itu salah satu pengguna jasa BRT Trans Semarang, Arin Nur Khomsah, mengaku kecewa dengan adanya pengalihan rute koridor VI tersebut. Namun demi keselamatan dia mengaku tidak mempersoalkan asalkan kondisi jalan yang rusak segera diperbaiki.

Sebagaimana diketahui, jalur di depan kampus Untag memang rawan ambles, mengingat kontur tanah yang labil. Meski berulang kali diperbaiki, tak tak sampai setengah tahun kembali rusak dan menimbulkan patahan yang lumayan dalam sehingga membahayakan pengguna kendaraan. (duh)

You might also like

Comments are closed.