Jalan Ditutup Pemilik Tanah, Puluhan Warga Jomblang Perbalan Terisolasi

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 66 Kepala Keluarga (KK) warga Jomblang Perbalan RT 9 RW 2 Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Semarang merasa terisolasi tidak bisa keluar masuk kampung. Pasalnya satu-satunya akses jalan kampung yang ada ditutup memakai seng secara sepihak oleh pemilik lahan.

Ilustrasi

Menurut Saryanto, salah satu warga Kampung Jomblang Perbalan, penutupan telah dilakukan oleh pemilik lahan bernama Eko sejak Jumat (29/7) pukul 16.00 lalu. Informasinya lahan akan dibangun untuk hotel atau apartemen sehingga pemilik lahan tidak berkenan tanahnya digunakan jalan.

Akibat penutupan itu puluhan kepala keluarga menjadi tidak mempunyai akses jalan untuk mobilitas. Untuk keluar masuk warga terpaksa harus memutar sejauh 2 kilometer lewat jalan di tebing yang kondisinya curam. Bahkan tidak ada seorang pun yang berani naik motor lewat jalan tersebut.

”Úntuk lansia dan orang yang akan berdagang membawa barang dagangan pakai motor bahkan tidak mungkin bisa lewat. Padahal kalau lewat jalan yang ditutup ke jalan raya hanya 100 meter dan mobil juga bisa lewat,” katanya, Rabu (2/8).

Warga dengan pemilik lahan sudah pernah 8 kali pertemuan membahas penutupan jalan tersebut. Warga menuntut jalan dibuka kembali, sedangkan pemilik lahan ngotot tidak mau sehingga selalu tidak ada hasil.

”Warga ingin jalan dibuka lagi kemudian baru membicarakan bagaimana baiknya agar warga punya jalan dan pemilik tanah juga bisa membangun,” kata Saryanto.

Beberapa solusi sempat diusulkan warga dalam pertemuan, salah satunya pemilik lahan membeli semua lahan warga jika tidak mau membuka akses jalan. Namun, warga menduga pemilik lahan memang sengaja menutup jalan agar dapat membeli tanah warga dengan harga murah.

”Sebab saudara Eko hanya menawar seharga Rp1 juta untuk tanah yang belum bersertifikat dan Rp 1,5 juta yang sudah bersertifikat. Kita mintanya Rp 2 juta untuk yang belum dan Rp 3 juta untuk yang bersetifikat,” terangnya.

Karena tidak mau membuka akses jalan lagi suasana kampung menjadi panas. Warga Selasa (1/8) malam menggelar istighosah di lokasi jalan dan berjaga-jaga kalau ada aktifitas pembangunan di lokasi. (duh)

You might also like

Comments are closed.