Jalan Lingkar Butuh Rp 1,5 Triliun, Pemkot akan Minta Bantuan Pusat

METROSEMARANG.COM – Pembangunan Semarang Outer Ring Road (SORR) atau Jalan Lingkar Luar Semarang masih menunggu pembebasan lahan yang ditargetkan selesai akhir tahun 2018. Setelah pembebasan lahan selesai, nantinya Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan meminta bantuan pembiayaan pembangunannya dari Pemerintah Pusat.

Wali Kota Hendi dan Bupati Kendal Mirna Annisa saat penandatangan MoU pembebasan lahan untuk realisasi pembangunan SORR, di Restoran Holiday, Semarang, Kamis (8/6). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Setelah pembebasan lahan selesai dan siap, kami akan minta Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk mensupport pembiayaan yang dalam perhitungan kami mencapai sekitar Rp 1,5 triliun,” kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Jumat (9/6).

Jalur Jalan Lingkar Luar Semarang sisi utara ini direncanakan dibangun dari Mangkang ke Arteri Utara Semarang. Tujuannya sebagai jalur alternatif mengatasi kemacetan dari Mangkang ke arah Jerakah.

”Secara lisan pusat sudah memberikan dukungan, bahwa ini program yang sangat dibutuhkan terutama untuk memecah kemacetan di jalur Mangkang atau Kendal ke Jerakah, yang hampir setiap hari padat dan macet,” tambah wali kota yang akrab disapa Hendi

Wali kota yakin, dengan keberadaan SORR pasti akan mengurangi beban lalu lintas terutama kendaraan yang melewati tol dan jalur Mangkang. ”Tahun depan mungkin kita sudah bisa bernapas lega karena jalur tol Semarang-Batang sudah bisa tuntas, tapi dengan kehadiran SORR tentu saja akan mengurangi beban lalu lintas terutama kendaraan yang melewati tol dan jalur mangkang,” pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.