Jalan Sekopek Rusak dan Berdebu, Belasan Dump Truk Disandera Warga

METROSEMARANG.COM – Warga di sepanjang Jalan Raya Sekopok Kaliwungu, Kendal, ‘menyandera’ truk-truk pengangkut galian C yang melintas di kawasan tersebut, Kamis (16/6). Aksi ini sebagai bentuk protes polusi lingkungan dan kerusakan jalan yang ditimbulkan dari aktivitas penambangan.

Warga meminta agar pengusaha galian C melakukan penyiraman jalan agar tidak berdebu. Debu dan jalan ini diakui warga menganggu kesehatan dan banyak warung yang dirugikan.

Sudah diperingatkan oleh Bupati Kendal beberapa waktu lalu, agar pengusaha penambangan ikut menjaga dan memelihara jalan termasuk menyiram, namun kondisi jalan raya Sekopek Kaliwungu  masih berdebu.

Foto: metrojateng.com
Foto: metrojateng.com

Warga pun geram dan langsung turun ke jalan dengan menghentikan dan mencegat truk pengangkut tanah galian. Warga menyandera belasan truk di pinggir jalan dan tidak diperbolehkan untuk melintas, sampai ada perhatian dari pemilik atau pengusaha galian C.

“Tidak hanya merugikan usahanya, debu yang dihasilkan dari truk pengangkut tanah ini juga menganggu kesehatan. Anak-anak banyak yang batuk dan mata iritasi karena terkena debu,” kata Alif warga sekitar.

Warga hanya menuntut pengelola atau pengusaha galian C untuk melakukan penyiraman sepanjang jalan Sekopek agar debu berkurang. Pemilik truk sebenarnya sudah menutup bak menggunakan terpal, sesuai instruksi bupati. Tapi, muatan truk masih juga ada yang tercecer hingga mengotori jalan.

“Kami warga di sepanjang jalan Sekopek tidak anti pembangunan, tidak mempermasalahkan truk lalu lalang tapi mbok ikut memperhatikan warga. Sopir truk jangan ugal-ugalan dan yang diinginkan warga adalah ada penyiraman jalan agar tidak berdebu,” jelas Nur Buang.

Warga mengancam jika tidak segera dilakukan penyiraman di sepanjang jalan Sekopek aksi pencegatan dan blokade jalan akan dilakukan. “Jika tetap tidak ada upaya penyiraman jalan untuk mengurangi debu warga akan menutup jalan Sekopek agar tidak dilalui lagi truk galian C,” pungkasnya. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.