Jalan WR Supratman Dilebarkan, 87 PKL Harus Angkat Kaki

METROSEMARANG.COM – Beberapa pedagang kaki lima (PKL), Senin (30/10), nampak membongkar sendiri kiosnya yang berada di bahu Jalan WR Supratman Kota Semarang. Mereka diberi waktu sampai Selasa (31/10) besok untuk segera berkemas menertibkan lapak dagangannya.

PKL WR Supratman wajib pindah sebelum proyek pelebaran dilakukan. Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Sejumlah personel Satpol PP juga nampak membantu proses pembongkaran sendiri yang dilakukan pedagang itu. Keseluruhan ada sebanyak 87 PKL yang harus angkat kaki karen akan ada pelebaran Jalan WR Supratman tersebut.

Beberapa bangunan PKL bahkan dibangun permanen. Nampak juga alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum bersiap di area itu.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto menjelaskan, penertiban itu dilakukan untuk mempermudah pelebaran jalan di jalur itu. Rencananya jalan tersebut akan dilebarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum pada 2018 nanti.

”Apalagi Pemerintah Kota Semarang sudah menyiapkan relokasi untuk PKL di Pasar Banjardowo, Genuk, Kebangarum, dan Meteseh,” ujarnya.

Ia mengatakan pihaknya juga telah melakukan sosialisasi kepada pedagang terkait rencana penertiban tersebut. Adapun batas waktu agar PKL menertibkan lapaknya sendiri sampai besok.

Pihaknya berharap para PKL mentaati batas waktu yang telah disepakati. Sehingga tidak perlu dilakukan penertiban.

”Sebagian PKL sudah membongkar sendiri lapaknya dan berkemas. Kami berharap batas waktu yang telah dtentukan disepakati oleh para PKL,” imbuhnya.

Bayu Wardhana warga sekitar mengaku, kawasan WR Supraptman setiap Minggu pagi selalu menjadi pasar tiban. Sehingga bahu jalan menyempit yang menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

”Keberadaan PKL itu seingat saya sudah hampir satu dekade lebih. Saya senang dengan realisasi pelebaran Jalan WR Supratman sehingga akses ke Jalan Abdulrahman Saleh menjadi lebih lebar,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.