Jamu Jun, Minuman Khas Semarang yang Hampir Hilang

Jamu Jun
Ilustrasi
Foto Metrosemarang/kendhilkencana.blogspot

Dibandingkan dengan wedang tahu, popularitas jamu jun sebagai minuman khas Semarang bisa dibilang kalah jauh. Maka tak heran jika anak-anak muda Semarang saat ini lebih kenal sup buah daripada jamu jun.

Saat ini penjual jamu jun sudah makin sedikit atau bahkan sudah tidak ada lagi yang menjual, sehingga minuman ini sudah jarang dijumpai masyarakat Semarang. Padahal minuman ini cukup unik dan bisa dijadikan minuman wajib saat berkunjung ke Semarang.

Jamu jun, konon katanya berasal dari daerah luar Semarang, yakni Demak dan Jepara. Karena banyaknya penjual jamu jun yang menjual dagangannya di Semarang, jadilah minuman rempah ini populer di Semarang.

Jamu jun ini terbuat dari 18 jenis rempah, antara lain, jahe, serai, kayu manis, dan merica yang dicampur dengan air, tepung beras, tepung ketan, santan dan gula jawa. Setelah semua bahan tercampur, jamu jun akan tampak seperti kuah kolak.

Campuran ini kemudian dimasukkan dalam kendi tanah liat berleher sempit, yang disebut jun. Saat disajikan akan dibubuhi bubuk selo, merica bubuk dan krasikan, yakni makanan berbentuk bola yang terbuat dari tepung ketan, parutan kelapa, gula merah dan jahe.

Jamu ini paling enak diminum selagi hangat, saat sedang musim hujan atau saat kita sedang meriang. Rasa pedas manisnya dijamin bisa bikin keringetan dan perut anget.

Untuk menikmatinya, bisa datang ke Warung Jamu Jun Wijoyo di Jalan Lampersari Raya, atau menunggu bakul jamu jun keliling di daerah Gang Baru, Pecinan, Semarang. (ren)

You might also like

Comments are closed.