Jangan Asal Beli, Perhatikan 4 Hal Ini

METROSEMARANG.COM – Banyak pedagang yang menawarkan potongan harga untuk sejumlah bahan pokok saat bulan Ramadan. Baik itu di pasar tradisional, maupun di pasar modern. Meski dijual murah, konsumen harus teliti mulai dari tanggal kedaluarsa, kualitas, kondisi kemasan, dan lain sebagainya.

Tim Pemkot Semarang saat melakukan sidak di pusat perbelanjaan, beberapa waktu lalu dan menemukan makanan kadaluarsa. Masyarakat diminta lebih teliti sebelum membeli barang kebutuhan saat Ramadan. Foto: metrosemarang.com/dok

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Semarang, Zeta Rina mengingatkan jika konsumen harus memerhatikan kondisi kemasan, label, izin edar, dan kadaluarsa (KLIK). Jangan membeli produk yang penyok, berkarat, atau bekas gigitan tikus. Biasakan membaca label pada kemasan, apakah ada bahan yang menyebabkan alergi atau memicu gangguan kesehatan.

Selain itu, izin edar yang tercantum pada kemasan sebaiknya juga dicek. Keberadaan izin edar sangat diperlukan sebagai jaminan kualitas produk yang dipasarkan. Izin edar yang dikeluarkan oleh BPOM, seperti MD untuk makanan dalam negeri, dan ML untuk makanan impor, bisa dicek melalui aplikasi Cek BPOM yang bisa diunduh dari playstore.

“Kalau produk ada izinnya, bisa ditelusuri siapa yang membuat. Masyarakat pun sekarang bisa mengecek izin edar yang dikeluarkan dari BPOM. Tidak kalah pentingnya, perhatikan expired date pada setiap kemasan makanan,” ujar Zeta Rina baru-baru ini.

Selain itu, pihaknya sudah rutin melakukan pengecekan peredaran barang, baik di supermarket, toko, maupun di pasar. Beberapa produk kadaluarsa dengan kemasan rusak pun beberapa kali masih dijumpai. Para pelaku usaha pun sudah diundang, dan diingatkan agar terus mengawasi produk yang mereka pasarkan.

Tidak hanya itu, BBPOM juga melakukan pendekatan kepada masyarakat agar menjadi konsumen cerdas. Mereka diharapkan bisa memilih produk yang dibeli dengan baik, tidak hanya murah tapi juga sehat dan aman.

“Ramadan ini kami akan fokus untuk mengawasi makanan takjil. Khususnya makanan yang menggunakan bahan berbahaya, seperti pewarna tekstil, borax, dan sebagainya,” tutup Zeta Rina. (fen)

You might also like

Comments are closed.