Jaringan Intelijen Dikerahkan Awasi Kelompok Anti Pancasila

METROSEMARANG.COM – Sejumlah jaringan intelijen setingkat kecamatan mulai dikerahkan di Jawa Tengah untuk menyelidiki pergerakan kelompok anti-Pancasila. Asintel Kejati Jawa Tengah, Hendrik P mengatakan pengerahan intel-intel kecamatan akan dimanfaatan untuk meningkatkan koordinasi dengan pihaknya sampai ke semua wilayah pedesaan.

Ilustrasi

“Kita punya jaringan sampai kecamatan. Kami punya koordinasi sangat bagus dengan komunitas intelijen di mana kami bisa koordinasi dengan teman-teman sampai wilayah desa,” tegasnya, Jumat (28/7).

Peningkatan pengawasan tersebut untuk menindaklanjuti pernyataan Kesatuan Bangsa Politik dan Masyarakat (Kesbangpolinmas) yang merilis lima organisasi radikal diluar HTI yang berpotensi mengganti ideologi Pancasila.

Kelompok radikal yang dimaksud antara lain Aliansi Nasional Anti-Syiah (ANAS), Jamaah Ansarut Tauhid, Majelis Mujahidin Indonesia, Forum Umat Islam Semarang (FUIS) dan Front Pembela Islam (FPI). Kelimanya juga tidak mengantongi surat keterangan terdaftar (SKT) sebagai organisasi legal.

“Situasi daerah akan jadikan bahan mengambil keputusan. Program penyuluhan hukum kita juga masuk ke segala lini, ke sekolah pun kita masuk. Kami punya program jaksa masuk sekolah. Akan kita kembangkan termasuk ke pesantren,” terangnya.

Ia pun menyatakan peningkatan koordinasi juga melibatkan para Babinkamtimnas dan Babinsa. Ia ingin kelompok radikal diawasi ketat.

Apalagi, sebagai institusi penegak hukum, pihaknya punya wewenang mengawasi aliran kepercayaan dan keagamaan. Pihaknya merupakan sentral berjalannya pengasawan ormas-ormas keagamaan dan aliran kepercayaan.

“Sudah ada beberapa yang sekarang terdeteksi seperti HTI, tidak sepaham dengan pancasila dan UUD 1945. Kita ada data. Kalau sudah waktunya akan kita rilis,” bebernya.

Ia mengatakan setiap laporan intelijen soal pergerakan ormas anti-Pancasila harus memiliki bukti kuat. “Semua berdasarkan fakta karena semua sudah terstruktur dari bawah. Jangankan soal itu, masalah jamaah tablig pun kita awasi,” katanya. (far)

You might also like

Comments are closed.