Jaringan Kabel Bawah Tanah Jadi Kendala Penataan Kota Lama

METROSEMARANG.COM – Pelaksana proyek penataan kawasan Kota Lama Semarang mengeluhkan sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan. Di antaranya ketinggian muka air tanah dan keberadaan jaringan kabel di bawah tanah.

Penataan Kota Lama Terkendala jaringan kabel bawah tanah. Foto: metrosemarang.com/dok

Kendala tersebut membuat pekerjaan tidak bisa dilakukan dengan cepat. Karena air terus muncul dan pekerja mesti harus berhati-hati dalam melakukan penggalian.

Pelaksana proyek penataan kawasan Kota Lama Semarang, Adi Martopo mengatakan, pihaknya harus terus menghidupkan pompa air untuk menguras air di lokasi galian di Jalan Letjen Suprapto. Saat ini pekerjaan proyek yang didanai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu masih fokus pada pembenahan drainase di jalan tersebut

‘’Kami mengalami kendala tingginya muka air tanah dan jaringan kabel telepon yang ditanam di dalam tanah, dengan galian yang tergenang air dan keberadaan kabel tersebut kami tidak bisa sembarangan dalam menggali,’’ kata Adi Martopo, Senin (9/4).

Dia menjelaskan, pekerjaan penataan kawasan Kota Lama Semarang dibagi menjadi beberapa tahap. Saat ini disebutkan pekerjaan masih fokus pada penataan drainase di Jalan Letjen Suprapto. Setelah drainase itu selesai dilanjutkan pemasangan beton kotak di bawah tanah atau ducting dalam waktu dekat.

‘’Sistem ducting ini akan berfungsi untuk menata seluruh jaringan kabel seperti PLN, Telkom, PDAM dan jaringan internet. Sehingga nantinya di Kota Lama tidak ada jaringan kabel di atas, melainkan ditanam bawah tanah,’’ jelasnya.

Seperti diketahui, proyek penataan kawasan Kota Lama Semarang ini menggunakan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat senilai Rp150 miliar. Termasuk untuk pembuatan kolam retensi di daerah Bubakan yang saat ini masih menunggu alat berat. Ditargetkan pekerjaan ini akan selesai pada akhir 2018. (duh)

You might also like

Comments are closed.