Jatuh ke Sungai Penuh Batu, Pemuda 19 Tahun Ini Tewas di Lereng Sumbing

METROSEMARANG.COM – Nasib nahas menimpa Bramantyansah Kaspayopa, pemuda 19 tahun asal Mrisi Bantul. Betapa tidak, niatnya naik Gunung Sumbing justru berbuah petaka. Ia terjatuh ke sungai penuh bebatuan, pada Sabtu (21/1) pukul 13.00 WIB.

Proses evakuasi pendaki yang tewas di lereng Gunung Sumbing. Foto: istimewa

Kepala Basarnas Jateng, Agus Haryono, mengatakan awalnya naik gunung bersama tiga temannya. Saat itu, mereka melewati jalur pendakian di Dusun Butuh, Kelurahan Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang sekitar pukul 08.00 WIB.

“Dia bareng tiga temannya, Dzaki Yusthadia, Aswindra Hermanu serta Fahrussi Syakirin langsung naik gunung,” katanya, Minggu (22/1).

Namun, regu penyelamat SAR gabungan tiba-tiba mendapati laporan bahwa ada seorang pendaki jatuh ke sungai sedalam 10 meter. Petugasnya pun langsung mengirimkan bantuan evakuasi. Akhirnya pada pukul 15.30 korban berhasil dievakuasi menggunakan tandu darurat.

Ia menyampaikan korban kedapatan terjatuh saat lewat jalur berbatu dan terjatuh sedalam 10 meter di jalur setelah pos 2.

“Kondisi korban mengalami cedera, dengan darah keluar dari hidung dan telinga serta mulut berbusa” tuturnya.

Regu penyelamat akhirnya membawa korban yang kuliah di UMY jurusan akuntansi menuju ke basecamp, namun nyawa korban tak tertolong lagi.

“Korban mengalami luka di kepala bagian belakang sehingga menyebabkan pendarahan saat dilakukan pemeriksaan di Puskesmas Kaliangkrik, dan saat ini 2 teman korban lainnya dilarikan ke RSU Gamping Yogyakarta untuk pemeriksaan karena mengalami syok” tukasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.