Jelang Acara HTI, GP Ansor Semarang Tingkatkan Kewaspadaan

METROSEMARANG.COM – Menjelang pelaksanaan Masyirah Panji Rasulillah yang sedianya akan dilaksanakan oleh DPD Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jateng di GOR Tri Lomba Juang pada Minggu (9/4), Pengurus Cabang GP Ansor Kota Semarang tingkatkan kewaspadaan.

Pengurus GP Ansor Semarang berkoordinasi dengan DPRD Kota Semarang terkait ancaman HTI. Foto: istimewa

Hal itu disampaikan oleh Kasatkorcab Banser Kota Semarang Suharmanto di Mapolrestabes Semarang saat berkoordinasi dengan kepolisian. “Semalam kami dari personel Banser Kota Semarang melaksanakan penurunan atribut ajakan Khilafah” kata Hermanto dalam rilis yang diterima metrosemarang.com, Selasa (4/4).

“Khilafah Kewajiban Syar’i, Jalan Kebangkitan Umat ini merupakan tema yang menjurus pada upaya makar. Negara ini sudah jelas berlandaskan Pancasila dan UUD 45, jadi NKRI ini sudah menjadi harga mati. Sudah final dan tidak butuh ada ideologi tanding,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Rahul Saiful Bahri, Sekretaris PC GP Ansor Kota Semarang bahwa NKRI dan Pancasila ini sudah menjadi kesepakatan bersama dan untuk menentukan bentuk dan dasar Negara ini sudah dikonsultasikan dengan para Ulama.

Penurunan atribut khilafah yang dianggap ajakan make. Foto: istimewa

“Sesuai instruksi dari Pimpinan Pusat  GP Ansor, garis koordinasi untuk kerjasama kita dalam hal yang sensitif ini adalah dengan TNI dan Polri,” tandas Rahul.

Pihaknya merasa bersyukur dan bangga dengan kader NU yang peduli terhadap keutuhan NKRI sehingga kepekaan terhadap hal yang sensitif ini disikapi dengan baik.

Berdasarkan koordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang diperoleh informasi bahwa GOR Tri Lomba Juang akan dipakai kegiatan Pemkot saat acara itu dan tidak memberi izin pada HTI. Lebih lanjut Pemerintah Kota Semarang juga belum menerima surat permohonan izin tempat untuk kegiatan HTI.

Sejauh ini pihak kepolisian juga belum menerima surat permohonan izin kegiatan dari HTI.

GP Ansor Kota Semarang juga menemui DPRD sebagai upaya silaturrahmi dan mencari jalan keluar soal HTI. Wakil Ketua DPRD Joko Santoso menegaskan bahwa secara kelembagaan perlu dioordinasikan dengan pihak-pihak terkait tentang sejauh mana kegiatan dari HTI ini.

“Namun secara pribadi terkait kewaspadaan dengan adanya upaya yang merongrong keutuhan NKRI perlu kita dukung, untuk itu masukan yang ada ini kita dukung,” tegas Joko.

Agung Budi Margono yang juga Wakil Ketua DPRD juga menegaskan, ketika terjadi hal-hal yang membahayakan NKRI langsung saja koordinasi kepada pihak yang berwajib. “Jadi tindakan dari Ansor dan Banser ini sudah tepat,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.