Jelang Akhir Tahun, Target Kunjungan Wisman Jateng Baru 50 Persen

METROSEMARANG.COM – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah menyatakan tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di wilayahnya mencapai 600 ribu jiwa. Jumlah ini baru terealisasi sekitar 50 persen dari total target awal sebesar 1,2 juta jiwa wisman.

Pertemuan penggiat wisata di Kantor Disporapar Jateng, Kamis (19/10). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Karena sampai sekarang segmen pasar wisata kita belum pernah ada. Seharusnya para akademisi, bisnis, community dan government berkolaborasi untuk memperjelas segmen pasar ini,” kata Tanti Apriliani, Kasi Pemasaran Pariwisata Disporapar Jateng, usai menggelar pertemuan dengan pegiat wisata Dieng dan Blora, di kantornya, Jalan Pemuda Semarang, Kamis (19/10).

Menurutnya realisasi kunjungan wisman jauh dari yang diharapkan lantaran terhambat sejumlah faktor teknis. Unsur-unsur segmentasi pasar saat ini belum jelas.

Kendalanya, saat ini banyak potensi wisata masyarakat yang belum terinformasi. Misalnya wisata alam tubing di Kemuning, Karanganyar, kini baru diminati warga lokal.

“Akses birokrat mereka sudah siap tapi belum terinformasi. Peran komunitas masyarakat akan kita tumbuhkan ditambah daya dukung pemberdayaan SDM dan sapta pesonanya,” ungkapnya.

Padahal, wilayahnya punya tiga potensi pariwisata yakni wisata budaya, alam dan wisata buatan.

Jika segmen pasar wisata dapat dipertajam, ia berharap nantinya wisatawan bisa leluasa memilih destinasi favoritnya. Apalagi, belakangan ini respon masyarakat untuk berwisata sangat tinggi. “Peluang ini yang semestinya kita ambil,” cetusnya.

Ia mengatakan saat ini masih memetakan rangkaian paket wisata. Sehingga dapat mendorong keunggulan wisata di tiap daerah. Ia mengaku ingin mengejar ketertinggalan di bidang pariwisata dengan Jatim dan Jabar.

Jatim dan Jabar, katanya sudah bisa menggerakan buih potensi wisata secara bersama-sama. Hal ini berbeda dengan pihaknya yang menemukan koordinasi antar wilayah yang masih rendah.

“Ironisnya ganti kepala daerah ganti kebijakan. Di 35 kabupaten/kota hanya menonjolkan proyek infrastruktur dibanding provinsi tetangga kita yang mendukung geliat wisatanya,” katanya.

Makanya, ke depan pihaknya akan menyingkronkan kebijakan pariwisata dengan tiap kepala dinas untuk mengembangkan pariwisata. (far)

You might also like

Comments are closed.