Jelang AYD, Paus Fransiskus Batal Kunjungi Semarang

METROSEMARANG.COM – Paus Fransiskus, sebagai imam umat Katolik di seluruh dunia mengurungkan niatnya untuk mengunjungi Kota Semarang saat gelaran Asian Youth Day (AYD) Juli nanti. Padahal, Paus semula sudah direncanakan menyambangi tempat-tempat bersejarah macam Borobudur, Gua Maria Ambarawa dan bertatap muka dengan masyarakat Yogyakarta.

Paus Fransiskus saat menghadiri Asian Youth Day 2014 di Korea Selatan. Paus Fransiskus batal menghadiri AYD 2017 di Semarang pada Juli mendatang. Foto: abc.net.au

Menurut Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang (KAS), Aloysius Budi Purnomo, pembatalan kunjungan tersebut karena dalam kurun waktu bersamaan rombongan Paus Fransiskus akan menghadiri acara di sebuah kota yang terletak di India.

“Paus belum menunjuk siapa wakilnya. Tapi memang agenda Paus tahun ini tidak ada jadwal ke Indonesia. Tidak ada alasan apapun selain dilandasi karena beliau kunjungan lain di salah satu kota di India,” ujar Romo Budi, Senin (24/4).

Ia menyampaikan sementara ini pihak Kerajaan Vatikan belum menunjuk pejabat yang akan menggantikan kehadiran Paus Fransiskus dalam pertemuan ribuan pemuda Katolik setingkat Asia tersebut.

Ia mengungkapkan tak masalah dengan hal tersebut. Sebab, perayaan AYD nantinya akan digelar semarak dan penuh suka cita dalam perjamuan umat lintas agama. Panitia acara juga melibatkan semua pemuda lintas agama baik Musim, Kristen, Hindu, Budha dan Khonghucu untuk mendukung penyelenggaraan acara tersebut.

“Karena pemerintah Vatikan dengan gereja paroki Indonesia tidak ada jarak sama sekali, maka kita nanti para romo atau pastor yang akan menjadi penjamu bagi ribuan peserta kongres dari berbagai negara Asia,” katanya.

Pada bulan ini persiapan panitia untuk menyambut AYD sudah dimatangkan. Sejumlah gereja mulai menggelar pentas budaya Jawa yang dipadukan dengan tradisi umat Katolik. Sebuah salib AYD yang terbuat dari batang rotan, lanjutnya sudah selesai diarak dari paroki ke paroki lainnya yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, Karesidenan Kedu, Semarang dan Surakarta. Jumlah gereja yang ikut estafet salib terdapat 100 gereja.

Dilain pihak, Rafael Sunarto, Pengurus Gereja Paroki Santa Maria Fatima Banyumanik mengaku sudah mendapat kabar soal batalnya kunjungan Paus ke Semarang.

Tapi ia tak tahu persis mengapa Paus Fransiskus mengalihkan kunjungannya ke negara lain menjelang perayaan AYD. Walau begitu, ia menampik anggapan bahwa batalnya kunjungan Paus berkaitan dengan situasi keamanan Indonesia yang akhir-akhir ini terganggu akibat serangan teror.

“Tidak tahu apa alasan Bapak Paus tidak jadi kemari. Mungkin akan dijadwalkan pada masa mendatang,” kilahnya. (far)

You might also like

Comments are closed.