Jelang Eksekusi Mati Jilid III, Tiga Terpidana Dibawa ke Nusakambangan

METROSEMARANG.COM – Mendekati pelaksanaan eksekusi mati tahap ketiga, saat ini terdapat tiga narapidana yang telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan Cilacap. Menurut Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah Bambang Sumardiyono, ketiganya kini telah menempati Lapas Besi. Ia bilang tiga orang itu berasal dari Lapas Klas IIA Tembesi Kota Batam.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan ketiga terpidana mati yang dibawa ke Nusakambangan atas nama Suryanto (53), Agus Hadi (53) serta Pudjo Lestari (42).

Ilustrasi
Ilustrasi

“Mereka sudah dipindah ke Nusakambangan sejak Minggu kemarin malam,” ujarnya, Senin (9/5), tanpa merinci kapan jadwal eksekusi akan dilakukan oleh tim Brimob Polda Jateng.

Bambang berkata ketiga terpidana itu sebelumnya telah divonis mati karena terlibat perdagangan obat-obatan terlarang. Namun soal anggapan bahwa yang bersangkutan dalam waktu dekat akan dieksekusi, ia enggan berkomentar lebih jauh.

Yang jelas, Bambang berkata pemindahan mereka dari Lapas Batam ke Lapas Besi Nusakambangan merupakan hal yang biasa. Sejauh dirinya memantau, tak ada yang istimewa.

“Untuk jadwalnya kita enggak tahu. Tapi, perlu diketahui Nusakambangan memang perlu kewaspadaan tinggi. Lapas ini dihuni mereka narapidana dengan kasus khusus seperti teroris dan narkotika. Termasuk napi hukuman mati dan seumur hidup di sana. Jadi mau eksekusi atau tidak kita tetap waspada, ” imbuhnya.

Bambang pun menyebut jika dirinya belum mendapat instruksi apapun dari Kejaksaan Agung maupun Kemenkumham berkaitan dengan rencana eksekusi tahap ketiga yang santer dikabarkan bakal dilaksanakan dalam waktu dekat. Pun demikian dengan persiapan para regu tembak yang disebut-sebut telah berada di Lapas Nusakambangan.

“Belum ada. Kalau memang ada kita sebagai Kanwil Kemenkumham Jateng pasti sudah tahu,” cetusnya.

Berdasarkan pengamatannya hingga kini suasana di lapangan tembak Nusakambangan masih berjalan normal. Tidak ada pengamanan khusus layaknya persiapan eksekusi mati perdana dan kedua yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Kalau waktunya sudah pasti kita langsung koordinasi dengan Polres Cilacap, Brimob dan instansi lainnya. Ini tentunya pekerjaan lebih bagus kita evaluasi. Kekurangan (pengamanan) saat eksekusi tahap I dan II lalu bisa kita tutup,” terang Bambang. (far)

You might also like

Comments are closed.