Jelang Pemulangan Ribuan Gafatar, Ini yang Dilakukan Kesbangpolinmas Jateng

Diskusi tentang Gafatar di FISIP Undip, Rabu (27/1). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Diskusi tentang Gafatar di FISIP Undip, Rabu (27/1). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

METROSEMARANG.COM – Menjelang pemulangan ribuan pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ke Semarang hari ini, Rabu (27/1), Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Jawa Tengah mengadakan pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Nadhlatul Ulama.

Pertemuan dengan para alim ulama tersebut digelar bersama mahasiswa FISIP Undip pagi ini untuk menguak ideologi asli dari gerakan aliran sesat yang telah menculik banyak orang di Jawa Tengah.

Kepala Bidang Ideologi Kesbangpolinmas Jawa Tengah, Budiyanto mengatakan, Gafatar punya ideologi yang berbahaya jika menyebar luas di tengah masyarakat. Sebab, menurutnya para pengikutnya telah menggabungkan tiga ajaran agama sekaligus menjadi satu ajaran yang tak bisa dibenarkan oleh agama apapun.

“Maka kami minta agar berhati-hati dan mewaspadai aliran yang seperti ini,” kata Budiyanto.

Ia pun berharap agar mahasiswa yang berkuliah di tiap perguruan tinggi meningkatkan ilmu agamanya supaya tidak terhasut dengan paham Gafatar. “Ini tidak bisa dibenarkan dan hati-hati jangan sampai terhasut,” bebernya.

Fenomena kemunculan Gafatar ini, kata dia, bisa mengancam ketenteraman masyarakat seperti halnya gerakan komunis yang pernah dimotori Partai Komunis Indonesia (PKI) di tanggal 30 September 1965. Dua organisasi itu sama-sama punya kepengurusan yang terstruktur rapi dari tingkat daerah hingga kota-kota besar.

“Menurut analisis kita bahkan PKI masih hidup. Di daerah-daerah masih ada strukturnya dari tingkat kecamatan sampai pemerintah pusat. Tidak menutup kemungkinan juga PKI sudah masuk ke parpol dan juga sudah masuk ke ranah politik. Ini juga yang sudah dilakukan oleh Gafatar saat ini dan ideologinya sangat berbahaya,” lanjutnya.

Hingga berita ini diturunkan, diskusi soal ideologi Gafatar ini masih berlangsung di Gedung FISIP Undip. Hadir dalam acara tersebut yaitu Ketua Komisi Fatwa MUI Jawa Tengah, Muhyidin dan Muhammad Adnan, Dosen Ilmu Politik Undip serta perwakilan PWNU Jawa Tengah. (far)

You might also like

Comments are closed.